Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Lepas Ekspor Produk Indonesia Senilai US$ 1,63 Miliar

Jumat, 4 Desember 2020 | 15:37 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas ekspor aneka produk non-migas buatan Indonesia senilai US$ 1,63 miliar, yang dihasilkan 133 perusahaan kategori Usaha Kecil Menengah (UKM) dan non-UKM dari 16 provinsi.

Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 dilakukan secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020), disaksikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ada pun  90 negara yang menjadi tujuan ekspor, di antaranya Inggris, Turki, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Jordania, Bahrain, Qatar, Amerika Serikat, Kanada, Cile, Kolombia, Brasil, India, Pakistan, Korea Selatan, Sri Lanka, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini.

“Salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor, bukan hanya membantu pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tetapi juga untuk menghasilkan  devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan kita,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan,  situasi pandemi dan perekonomian global yang sedang lesu saat ini,  sangat berdampak pada penurunan pasar ekspor.

Namun, katanya, para eksportir   tidak boleh menyerah. Sebaliknya, para eksportir   harus melihat lebih jeli berbagai peluang yang ada di pasar ekspor, termasuk  di negara-negara yang  sekarang  mengalami pandemi.

“Potensi kita masih sangat besar, dari sisi keragaman produk komoditas, dari sisi kreativitas dan kualitas, dari sisi volume dan tujuan negara ekspor. Kuncinya proaktif dan jangan pasif,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan ekspor Indonesia selama periode Januari-Oktober 2020 mengalami surplus  US$ 17,07 miliar, yang didominasi  komoditas kopi, garmen, home decor, furnitur, perikanan, dan makanan-minuman.

“Tapi kita tidak boleh cepat puas pada capaian saat ini karena potensi pasar ekspor yang belum tergarap, masih banyak, masih sangat besar. Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN