Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Joko Widodo. Foto: IST

Joko Widodo. Foto: IST

Presiden Minta Belanja Pemerintah Dipercepat

Selasa, 21 Juli 2020 | 10:49 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Nasori

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kecepatan dalam mencairkan belanja negara di tengah pandemic virus corona (Covid-19) yang mengakibatkan krisis kesehatan dan ekonomi sangat dibutuhkan rakyat.

“Kecepatan itu sangat penting. Sangat penting, apalagi di era krisis kesehatan dan krisis ekonomi sekarang ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2019 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2020).

Penyerahan dilakukan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna kepada Presiden Jokowi
Penyerahan dilakukan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna kepada Presiden Jokowi

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan para pejabat terkait lainnya.

Menurut Presiden, percuma saja memiliki anggaran besar, namun anggaran tersebut tidak bisa secara tepat dibelanjakan untuk kepentingan rakyat. Padahal, saat ini rakyat sangat membutuhkan anggaran Negara segera dibelanjakan, sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian.

“Percuma kita memiliki anggaran tetapi anggaran tersebut tidak bisa secara cepat dibelanjakan untuk rakyat. Padahal rakyat menunggu, padahal rakyat membutuhkan pada saat perekonomian juga sangat membutuhkan. Sekali lagi diperlukan langkah yang cepat, tepat, dan efisien dan tentu saja jangan dilupakan akuntabilitas. Ini penting sekali,” tegas Presiden.

Apalagi di tahun 2020 ini, tambah Presiden, kecepatan penyerapan anggaran belanja sangat dibutuhkan karena saat ini kondisi dalam suasana krisis kesehatan dan krisis perekonomian. Pemerintah harus banyak melakukan langkah extraordinary untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Banyak langkah extraordinary yang harus dilakukan pemerintah. Extraordinary yang dilakukan untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutur Jokowi

Realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan PEN
Realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan PEN

Lebih lanjut Kepala Negara mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 695,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Menurutnya, jumlah anggaran tersebut sangat besar.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh kementerian dan lembaga untuk berani menjalankan program secara cepat tapi juga tepat, dan akuntabel. Saya mengharapkan dukungan, mengharapkan bantuan dari BPK agar penanganan krisis ini berjalan dengan baik tanpa ada masalah di kemudian hari,” terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga telah memerintahkan seluruh aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) se perti Badan Pengawasaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), harus mampu menjadi bagian dari solusi percepatan dan akuntabilitas realisasi anggaran.

Presiden juga menegaskan bahwa setiap rupiah uang rakyat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ha rus dapat dipertanggungjawabkan pengelolaannya.

“Komitmen kita, anggota BPK dan pemerintah adalah sama. Pertama, setiap rupiah uang rakyat dalam APBN harus digunakan secara bertanggung jawab,” kata Presiden.

“(Anggaran) harus dikelola secara transparan, dikelola se baikbaiknya, serta sebesar-besarnya untuk kepenting an rakyat,” tambah Presiden Jokowi.

Prinsip kedua, tata kelola penggunaan anggaran harus sederhana dan singkat.

“Kedua, tata kelolanya harus baik, manajemennya harus baik, sasarannya harus tepat dan dijalankan dengan prosedur yang sederhana dan ringkas, melalui proses yang cepat dengan manfaat yang maksimal untuk rakyat,” ungkap Presiden.

Menurut dia, tata kelola dengan basis kecepatan sa ngat penting khususnya dalam kondisi krisis kesehatan dan krisis ekonomi seperti sekarang. (try/ark/b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN