Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo baru Kementerian BUMN. Sumber: BSTV

Logo baru Kementerian BUMN. Sumber: BSTV

Presiden Minta BUMN Jadi Pendamping Korporasi Petani dan Nelayan

Selasa, 6 Oktober 2020 | 10:34 WIB
Novy Luamanuw

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengusaha swasta besar, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berperan sebagai pendamping hingga beroperasinya korporasi petani dan korporasi nelayan di Indonesia.

Selama ini, baik BUMN maupun swasta besar dan BUMN hanya berperan sebagai off-taker (pembeli).

“Peran BUMN, peran swasta besar atau BUMD bukan semata-mata sebagai off-taker tapi juga bisa mendampingi mereka, mendampingi korporasi petani, mendampingi korporasi nelayan sampai terbangun model bisnis yang betul-betul berjalan. Ini yang belum,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju secara daring di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020).

Ia mengatakan, ide pembentukan korporasi petani dan korporasi nelayan sudah digulirkan sejak beberapa tahun lalu. Misalnya, dengan mempelajari mekanisme bisnis koperasi permodalan Felda di Malaysia atau koperasi sapi di Spanyol. Namun, sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Model-model bisnis yang bagus seperti itu sebenarnya gampang kita tiru tapi saya tidak tahu sampai sekarang model tersebut belum bisa kita buat satu atau dua contohnya,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia harus dibangun proses ekosistem dan proses bisnisnya yang dapat disambungkan dengan sistem perbankan maupun kalangan inovator teknologi sehingga dapat dibenahi manajemennya

“Saya kira kalau ini dilakukan, termasuk intervensi dalam pengelolaan hasil panen mulai dari packaging, branding sampai strategi pemasaran,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN