Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

INDONESIA TIDAK ANTI-PRODUK ASING,

Presiden Minta K/L dan BUMN Perbesar TKDN

Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:10 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sering menyampaikan kepada Kementerian/ Lembaga dan BUMN untuk memperbesar tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Jangan sampai proyek-proyek pemerintah, proyeknya BUMN masih memakai barang-barang impor.

“Kalau itu bisa dikunci, itu menaikkan, akan menaikkan sebuah permintaan produk dalam negeri yang tidak kecil, gede banget,” katanya.

Disebutkan, saat ini Indonesia sudah bisa memproduksi pipa, tapi banyak proyek pemerintah dan BUMN yang masih menggunakan pipa impor.

“Kalau saya ngomong, enggak boleh loh kayak gini, enggak boleh. Dan, itu harus dimulai dan kita harus benar-benar berani memulai, paling tidak dari pemerintah dan dari BUMN itu sudah gede sekali angkanya. Kemudian, ajakan kepada masyarakat, sekali lagi untuk cinta dan bangga terhadap produk Indonesia dan tidak suka pada produk-produk dari luar,” kata Presiden Jokowi.

Neraca perdagangan Indonesia 2010-2021
Neraca perdagangan Indonesia 2010-2021

Presiden juga mengatakan, teknologi dalam negeri masih belum kuat karena itu teknologinya diambil dari perusahaan luar, tapi produksinya di dalam negeri.

“Kita selalu mewajibkan untuk transfer teknologi dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) kita untuk bisa mengikuti dan naik kelas, sehingga membuka lapangan kerja seluas-luasnya pada masyarakat,” katanya.

Menurut Presiden, Indonesia selalu mengundang investasi dan mengundang teknologi maju untuk masuk ke negara kita, membangun pabriknya di Indonesia

“Silakan pasarnya untuk ekspor. Silakan pasarnya dalam negeri. Sehingga kita ini maju bersama-sama, jangan mereka dapat untung, kita jadi penonton, ndak boleh seperti itu lagi.” katanya.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

Presiden juga mengatakan, kesempatan berusaha akan sangat berkembang luas, pandemi Covid-19 semakin terkendali, investasi akan terus berkembang pesat dengan alternative pembiayaan yang semakin luas.

“Pemerintah baru saja membentuk INA. Ini supaya kita semuanya tahu, Indonesia Investment Authority (INA) yang ini akan menambah percepatan investasi di negara kita,” katanya.

Neraca dagang Indonesia dengan mitra dagang terbesar
Neraca dagang Indonesia dengan mitra dagang terbesar

Guna mendorong pemerataan ekonomi hingga ke daerah-daerah, pemerintah juga terus mendorong terselenggaranya kolaborasi perusahaan- perusahaan besar, investor-investor besar, investor-investor baru dan yang lama dengan pengusaha-pengusaha muda di daerah.

“Saya telah menerima laporan setiap hari, setiap minggu disampaikan dari Kepala BPKM pada tahap pertama ini. Dan kolaborasi investor besar dengan pelaku UMKM telah tereksekusi Rp 1,5 triliun, ini sebuah angka yang lumayan besar, tapi kita harapkan ini akan meningkat terus pola-pola kemitraan seperti ini ke depan,” ujar Presiden. (try/jn)

Baca juga

https://investor.id/business/indonesia-tidak-antiproduk-asing

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN