Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerjanya meninjau kawasan industri terpadu Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerjanya meninjau kawasan industri terpadu Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Presiden Perintahkan Kepala BKPM Layani Kebutuhan Investor dari A-Z

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:27 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia untuk melayani keperluan investor di Indonesia dari A-Z. Dua pelayanan yang ditekankan oleh Presiden adalah terkait izin dan penyediaan lahan.

"Kalau urus izin sulit, saya perintahkan ke kepala BKPM, urus dari A sampai Z, selesaikan sehingga investor merasa dilayani. Ini penting sekali," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Selain meninjau tempat tersebut, Jokowi juga akan melihat pemaparan terkait relokasi investasi asing ke Indonesia. "Saya sudah perintahkan ke menteri, kepala BKPM, untuk industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok ke Indonesia baik dari Jepang, Korea, Taiwan, Amerika atau negara manapun, beri pelayanan sebaik-baiknya," tambah Presiden.

Perizinan dan penyediaan lahan merupakan hua pelayanan yang ditekankan Jokowi dalam sambutannya. "Tadi saya tanya ke beberapa investor sudah ada tanah misal di Serang, Bekasi, tidak ada masalah. Tapi, yang ada masalah kita back up bantu agar masalah bisa diselesaikan, tapi yang belum memiliki lahan tanah silakan gunakan kawasan industri Batang," ungkap Presiden.

Menurut Jokowi, kawasan industri Batang memiliki total luas 4.000 hektare dan untuk tahap pertama yang sudah siap mencapai 450 hektare. "Langsung, misal ada perusahaan, misalnya LG mau pindah silakan langsung masuk, tidak usah urus apa-apa, yang urus semua dari kepala BPKP dibantu gubernur dan bupati yang ada di sana," tambah Presiden.

Semua pelayanan prima itu, tandas Jokowo, tujuan akhirnya adalah untuk membuka lapangan kerja sebesar-besarnya bagi masyarakat. "Saya tidak mau lagi, tadi ada potensi 119 perusahaan akan relokasi dari Tiongkok keluar, jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia," ungkap Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, kawasan industri Batang seluruhnya berada di bawah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. Sehingga dipastikan tidak ada isu relokasi dan mandeknya perizinan karena semua di bawah kepemilikan PTPN IX.

“Dan kita ingin memadukan kawasan industri Brebes, Kendal, dan tidak kalah pentingnya kawasan pariwisata Borobodur. Kawasan Industri Batang ini dimaksudkan agar Pulau Jawa punya sentra manufaktur kawasan industri yaitu di Cikarang-Jawa Barat, Gresik-Jawa Timur dan konsolidasi tiga kawasan industri di Jawa Tengah sebagai hub," jelas Erick.

 

Tujuh Perusahaan

Hingga saat ini, sudah ada tujuh perusahaan yang memastikan diri untuk relokasi dan bergabung dalam Kawasan Industri Batang. Ketujuh perusahaan tersebut yaitu: Pertama, PT Meiloon Technology Indonesia, merelokasi pabrik dari Suzhou, Tiongkok. Pabrik di Taiwan dan Tiongkok merupakan pusat produksi untuk pasar global

Kedua, PT Sagami Indonesia, merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok karena biaya pabrik dan tenaga kerja di Indonesia lebih kompetitif dari Tiongok. Ketiga, PT CDS Asia (Alpan) merelokasi pabrik dari Xiamen, Tiongkok karena tarif impor produknya dari Indonesia ke Amerika 0% dibanding tarif 25% dari Tiongkok ke Amerika.

Keempat, PT Kenda Rubber Indonesia, merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok karena peningkatan permintaan pasar di Indonesia. Kelima, PT Denso Indonesia merelokasi pabrik dari Jepang karena memandang Indonesia sebagai lokasi terbaik setelah melakukan riset ke berbagai negara di kawasan Asean.

Keenam, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, merelokasi dari Tiongkok karena ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar basis ekspor bagi beberapa kategori produk home appliances. Ketujuh, PT LG Electronics Indonesia, merelokasi dari Korea Selatan dan berencana menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru yang menjangkau pasar Asia dan Australia.

Selain tujuh perusahaan itu, ada 17 perusahaan yang berniat merelokasi industrinya ke Indonesia dengan total investasi U$ 37 miliar dan perkiraan serapan tenaga kerja sebanyak 112.000 orang.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN