Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sumber: BSTV

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sumber: BSTV

Presiden Resmikan Terowongan Nanjung Akhir Januari

Investor Daily, Selasa, 14 Januari 2020 | 21:38 WIB

BANDUNG, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada akhir bulan ini.

Terowongan yang pembangunannya selesai pada akhir 2019 itu merupakan bagian dari instrumen pengendalian banjir di wilayah Bandung Raya.

Alhamdulillah sudah beres pembangunannya, dan ini sudah dioperasikan. Pak Gubernur Jabar akan undang Pak Presiden, jadi akan diresmikan pada akhir bulan ini,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Bandung, Senin (13/1).

Didampingi Gubernur Jabar M Ridwan Kamil atau Emil, Menteri PUPR meninjau Terowongan Nanjung dan proyek Floodway Cisangkuy, di Kabupaten Bandung.

Menteri Basuki mengatakan, dengan curah hujan yang tinggi, saat ini warga Dayeuhkolot dan sekitarnya yang kerap mengungsi maupun bersiap menaiki perahu tidak mengalami hal itu lagi. Setelah beroperasinya Terowongan Nanjung ditambah parkir air di Kolam Retensi Cieunteung, lanjut Basuki, genangan air cepat surut sehingga kendaraan masih bisa melaju meski curah hujan cukup tinggi.

“Dengan curah hujan lebih tinggi, biasanya curah hujan 300 mm ini orang sudah naik perahu, 17 Desember kemarin (di Bandung Selatan) curah hujan sudah 424 mm, orang masih pakai sepeda motor, masih kering,” ujar Basuki.

Berikutnya, setelah menyelesaikan masalah potensi banjir di hulu Citarum atau wilayah Bandung Raya pada 2020, Basuki mengatakan bahwa pihaknya akan fokus di wilayah hilir seperti di Karawang, salah satunya pembangunan bendungan di Cibeet.

“Kalau banjir di selatan Bandung selesai, bisa konsentrasi di Karawang,” kata Basuki.

Empat Arahan

Sementara itu, Menteri Basuki juga mengungkapkan bahwa ada empat arahan Presiden Joko Widodo terkait mitigasi bencana banjir di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kepala Negara di antaranya mengarahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan reforestasi atau penghutanan kembali.

“Sementara di PUPR, Presiden meminta untuk segera menyelesaikan bendungan dan terowongan yang saat ini proses pembebasan lahannya sedang dikerjakan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan,” kata Menteri Basuki pekan lalu.

Gubernur Jakarta, lanjut Basuki, sudah berdiskusi dengan masyarakat dan menandatangani penetapan lokasi pembangunan terowongan selepas masyarakat menyetujui pembebasan lahan tersebut.

Begitu pembebasan lahannya selesai, Basuki memprediksi tidak sampai setahun terowongan sepanjang 600 meter akan selesai dibangun. Selain itu, presiden juga memerintahkan untuk segera melaksanakan naturalisasi ataupun normalisasi sungai.

“Dari dulu saya sudah katakan, baik naturalisasi maupun normalisasi membutuhkan pelebaran sungai. Apa pun namanya, ayo dikerjakan,”tegas dia.

Terkait pembenahan banjir di Jakarta, Basuki sudah menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek dipersiapkan untuk menghadapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk hasil survei yang muncul di beberapa media. Di Bekasi tepatnya di Kemang Pratama dan Ice Kartini, lanjut dia, sedang dilakukan perbaikan terhadap 44 titik tanggul jebol dan 62 titik lain yang terkena air limpas. “Kalau sudah terjadi banjir begini, siapa pun bisa benahi asalkan tidak dobel pengerjaannya. Apalagi, Bekasi kan kota madya bukan DKI Jakarta. Walaupun begitu, kerja sama kami dengan DKI itu bagus. Siapa pun boleh bekerja duluan, yang penting tidak dobel,” tutur Basuki.

Sedangkan solusi jangka panjang, dia sudah menyiapkan pompa-pompa di beberapa titik rawan. Dia pun meminta untuk mendaftar pompa-pompa supaya saat diperlukan, pihaknya tinggal memobilisasi.

“Sekarang di Cawang juga sudah dialokasikan satu pompa yang siap pakai. Di istana, dua pompa sudah disiagakan untuk mengantisipasi cuaca ekstrim,”ujar dia.

Selain Jakar ta, banjir juga merendam Lebak salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Menurut Basuki, banjir tersebut di antaranya merendam Pondok Pesantren La Tansa yang di sekelilingnya mengalir Sungai Ciberang dan kampung bernama Banjar Irigasi. (c01/ant)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA