Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Presiden: Tahun Ini, 1.000 BLK Dibangun di Pesantren

Gora Kunjana, Jumat, 8 Februari 2019 | 08:38 WIB

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah mengembangkan beberapa kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi keumatan seperti Bank Wakaf Mikro (BWM). Selanjutnya, tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 balai latihan kerja (BLK) khusus di pondok pesantren.

“Memang baru 1.000, tapi 1.000 itu juga jumlahnya banyak, juga gede. Karena kami akan bangun bangunannya plus isinya,” ujar Presiden saat bersilaturahmi dengan para kiai/babib se-Jadetabek di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2) siang.

Ia memberi contoh, pondok pesantren yang menginginkan keahlian (skill) mereka di bidang garmen ditingkatkan (upgrade), maka pemerintah akan memberikan peralatan yang berkaitan dengan garmen atau pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan garmen.

Ada juga, sambung Presiden, pondok pesantren yang menginginkan peningkatan keahlian di bidang informasi teknologi (IT), maka pemerintah menyiapkan peralatan yang berhubungan dengan IT.

Di luar itu, ada juga yang menginginkan peningkatan keahllian yang berkaitan dengan industri kreatif. “Tetapi, kalau yang 1.000 nanti kita evaluasi, kita koreksi, insya Allah semuanya sudah benar, sudah betul, ya baru tentu saja, dari 28.000 pondok pesantren yang ada di Tanah Air, itulah yang akan kita sasar,” jelas Jokowi.

Hal ini dilakukan, menurut Presiden, setelah dirinya hampir setiap minggu, setiap hari keluar masuk pesantren. "Semakin masuk semakin saya tahu apa yang harus dikerjakan, karena masukan dari pimpinan pondok dan juga santri," ujar Presiden.

Keuangan Syariah

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengungkapkan bahwa dirinya mengambil peran sebagai Ketua Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

“Kalau negara-negara lain ketuanya menteri, di sini saya ambil alih. Kenapa saya sendiri, saya melihat Indonesia sebagai sebuah Negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. (Tapi), ekonomi syariah kita baru berkembang 5%, Malaysia 23%, Saudi (Arabia) 51%, dan Uni Emirat Arab 19%,” ujar dia seperti dikutip di laman Sekretariat Kabinet.

Bahkan, ia menambahkan, ekonomi syariah Indonesia kalah dengan Korea Selatan, Inggris, dan Prancis. Mengenai capaian yang baru 5%, menurut Presiden, harus dibenahi karena Indonesia adalah pasar yang besar bagi ekonomi dan keuangan syariah.

“Ini ada sesuatu yang harus kita benahi, kita perbaiki. Penduduk kita 260 juta, 87% kita muslim, artinya sekali lagi Indonesia adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tapi keuangan syariahnya baru 5%. Ini (pasti) ada sesuatu. Sehingga saya juga pengen ngerti ini ada tantangannya di mana, hambatannya di mana. Saya pengen ngerti, sudah saya ketuai sendiri,” pungkas Jokowi. (ns)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA