Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
jalan tol. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

jalan tol. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Presiden Targetkan 5.000 KM Jalan Tol Beroperasi Dalam 5 Tahun

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 6 November 2019 | 16:51 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan jalan tol beroperasi sepanjang 4.500-5.000 kilometer (km) dalam kurun waktu 2019-2024. Angka tersebut melejit dari realisasi pengoperasian jalan tol selama 2015-2019 yang berjumlah 1.500 km.

Presiden Jokowi memastikan, dalam lima tahun ke depan, pemerintah tetap fokus melakukan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol. Hal itu guna mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain dalam sektor pembangunan infrastruktur.

"Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga kita. Sering saya ilustrasikan, sejak pembangunan Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi tahun 1978 sampai 2014, Indonesia hanya membangun 780 km jalan tol. Sedangkan, Tiongkok sampai saat ini telah membangun 280.000 km jalan tol," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara pembukaan Konstruksi Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Presiden Jokowi menambahkan, untuk mengejar ketertinggalan itu, Indonesia harus kerja ekstra sebagaimana yang sudah mulai diterapkan pada periode 2015-2019 yang berhasil mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 1.500 km.

"Alhamdulillah kita harap akhir 2019 ini, kita akan memiliki kurang lebih 1.500 km jalan tol. Ini hanya lima tahun. Dan kita harapkan nanti lima tahun ke depan berada pada angka kurang lebih 4.500-5.000 km jalan tol," ujar Presiden Jokowi.

Lebih jauh, Presiden Jokowi menuturkan, dengan upaya yang dilakukan, peringkat Indonesia dalam rangking pembangunan infrastruktur dunia di 2018 ada pada posisi 52. Capaian tersebut naik 30 peringkat dari posisi sebelumnya di 2010.

Adapun untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 430 triliun pada 2019 atau naik dibandingkan 2018 yang sebesar Rp 420 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA