Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Baja (Ilustrasi)

Produk Baja (Ilustrasi)

Produk Baja Tatalogam Sudah Ramah Lingkungan

Senin, 25 Januari 2021 | 10:27 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

Jakarta, investor.id-Tatalogam Group menyatakan bahwa produksi baja miliknya telah memenuhi standar ramah lingkungan. Hal itu dilakukan perusahaan tersebut demi mendukung penuh program pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan dan terus berupaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-12 yaitu produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Langkah strategis pemulihan ekonomi yang diambil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yakni mulai tahun ini penggunaan barang impor akan dilarang dalam seluruh proyek properti dan konstruksi yang ada di bawah Kementerian PUPR mendapatkan banyak apresiasi dan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya dari pelaku usaha industri baja ringan di Tanah Air, Tatalogam Group. Perusahaan itu menilai kewajiban penggunaan produk lokal pada proyek properti dan konstruksi di bawah Kementerian PUPR dapat dijadikan peluang bagi para pelaku usaha khususnya di sektor industri baja ringan nasional agar dapat bangkit di 2021 dan ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor baja dapat ditekan.

Untuk itu, jaminan kualitas produk yang sudah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap proyek infrastruktur diharapkan mampu menghambat penggunaan baja impor. Sebagai salah satu produsen nasional baja lapis aluminium seng dengan merek dagang Nexalume dan rangka atap baja ringan dengan merek dagang Taso dan Sakura Roof, Tatalogam Group menyadari pentingnya hal itu dan semua produk yang dihasilkan sudah memenuhi syarat tersebut.

Bahkan, untuk menciptakan produk lokal yang berkelanjutan, produk baja lapis aluminium seng Nexalume yang diproduksi anak usaha Tatalogam Group yaitu PT Tata Metal Lestari juga telah mengantongi sertifikat Green Label Indonesia dengan level Gold dari Green Product Council Indonesia. “Green Label ini menandakan bahwa produk Nexalume yang menjadi bahan baku produk turunan lain mereka seperti Taso dan Sakura Roof adalah produk ramah lingkungan serta dapat mengurangi dampak negatif. Green Label pada dasarnya memang salah satu kebijakan negara untuk menumbuhkan industri yang berbasis ramah lingkungan,” ujar Presiden Tatalogam Group Stephanus Koeswandi dalam keterangannya, Senin (25/1).

Lebih jauh Stephanus mengatakan, dengan belanja produk dalam negeri dan menekan impor maka pemulihan ekonomi diharapkan bisa dipercepat. Tidak hanya itu, dengan skema padat karya yang dirancang maka penyerapan tenaga kerja juga akan tercapai. Di Tatalogam sendiri sejak pandemi Covid-19 berlangsung belum ada satupun pekerja di perusahaan tersebut yang di-PHK. Tatalogam mengakui bukan hal yang mudah untuk bisa bertahan di masa sulit seperti saat ini, karena itu selain dukungan pemerintah para pelaku usaha juga harus melakukan inovasi baru agar dapat bersaing dengan produk impor sehingga utilitas produksi meningkat.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN