Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani menjemur gabah di Tangerang, Banten, Foto ilustrasi::Ruht Semiono

Petani menjemur gabah di Tangerang, Banten, Foto ilustrasi::Ruht Semiono

Produksi Beras Sepanjang 2021 Diperkirakan Capai 31,69 Juta Ton

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:07 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sepanjang tahun 2021 luas panen padi diperkirakan akan mencapai 10,52 juta hektar dengan  produksi sebesar 55,27 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras pada 2021 diperkirakan mencapai 31,69 juta ton.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan upaya perhitungan luas sawah dilakukan melalui verifikasi luas lahan baku sawah dan metode Kerangka Sampel Area (KSA). Sedangkan untuk menghitung produktivitas dilakukan melalui metode ubinan. Dari metode KSA tersebut terlihat  potensi luas panen tiga bulan ke depan.

“Dari Oktober hingga Desember 2021 itu potensi luas panen sebesar 1,75 juta hektar dan ini ada kenaikan sebesar 0,1 juta hektar atau 5,8% kalau dibandingkan dengan tahun 2020,” ucap Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di kantor BPS pada Jumat (15/10).

Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik
Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik

Realisasi luas panen pada Januari sampai September adalah  8,77 juta hektar dan potensi luas panen dari Oktober ke Desember itu sebesar 1,75 juta hektar. Sehingga perkiraan luas panen padi sampai akhir tahun 2021 dapat mencapai  10, 52 juta hektar

“Kalau kita hitung atau kita bandingkan dengan tahun lalu(2020) itu ada penurunan 1,33%,” ucap Margo Yuwono.

Sedangkan produksi padi dari Januari sampai September 2021 mencapai  45,61 juta ton  GKG atau meningkat 65,39 ribu ton atau secara persentase meningkat 0,14% kalau dibandingkan kondisi tahun 2020.  Sedangkan produksi GKG di bulan Oktober-Desember 2021 diperkirakan  akan mencapai 9,66 juta ton.

“Kalau kita jumlahkan angka sementara produksi padi ini di tahun 2021 ini dari Januari sampai Desember akan mencapai  55,27 juta ton GKG atau 620,4 ribu ton atau meningkat 1,14% kalau dibandingkan tahun 2020,” ucap Margo Yuwono.

Jika  produksi  padi  dikonversikan  menjadi  beras  untuk  konsumsi  pangan  penduduk,  maka   produksi padi sepanjang Januari hingga September 2021 setara dengan 26,15 juta ton beras,  atau mengalami kenaikan sebesar 32,15 ribu ton (0,12%) dibandingkan produksi padi di  2020 yang sebesar 26,11 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Oktober  hingga Desember 2021 sebesar 5,54 juta ton beras. Dengan demikian, produksi beras pada  2021 diperkirakan mencapai 31,69 juta ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 351,71  ribu ton (1,12%) dibandingkan produksi beras tahun 2020 yang sebesar 31,33 juta ton.

“Kalau dihitung pada tahun 2021 ini produksi beras kita bercakap diperkirakan sebesar 31, 69 juta ton ya kalau 2001. Angka ini menunjukan kenaikan sebesar 351, 71 ribu ton atau meningkat sebesar 1,12% kalau dibandingkan 2020,” ucap Margo Yuwono.

Tiga provinsi dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 adalah Provinsi  Jawa  Timur,  Jawa Tengah,  dan  Jawa  Barat. Sementara  itu,  tiga  provinsi  dengan  potensi  produksi padi terendah adalah Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat

Kenaikan  produksi  padi yang  relatif  besar  pada  2021  terjadi  di  Provinsi  Sulawesi  Selatan,  Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sementara itu, penurunan produksi padi pada 2021 yang relatif  besar terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, dan Kalimantan Selatan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN