Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. Foto: IST

Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. Foto: IST

Program Kartu Prakerja Harus Dilanjutkan

Sabtu, 4 Juli 2020 | 10:46 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Budiman Sudjatmiko, Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia, mengatakan, program Kartu Prakerja harus dilanjutkan.

“Menurut saya, dengan segala keterbatasan yang ada, diteruskan saja. Tapi tekanan pada digital literacy atau melek digital, kemampuan para peserta didik, skill komunikasi, jejarinng ekosistem jadi penting juga. Jadi harus terintegrasi,” jelasnya dalam dialog Hot Economy dengan tema ‘Inovasi Kartu Prakerja’ di Beritasatu TV, Jumat (3/7).

Budiman mengamati, kebanyakan orang seperti di Tiongkok, Amerika, unggul dalam inovasi dan teknolgi, yakni penguasaan matematika plus science dasar yakni fisika, kimia, biologi. Atau kemampuan orang untuk melakukan pengamatan dan peniruan atas produk-produk teknologi yang lain.

Ilustrasi Kartu Prakerja; IST
Ilustrasi Kartu Prakerja; IST

“Menurur saya di era saat ini kalau ingin survive adalah tindakan mengamati, memodifikasi dan meniru negara lain lalu disesuaikan dengan produk kita. Saya kira Cina (Tiongkok) dan Jepang dulu itu kemampuan melakukan itu teradp negara barat dan Eropa,” katanya.

Dengan demikian, untuk pelatihan berikutnya, menurut dia, perlu ada materi yang khusus mengajarkan peserta untuk membedah dan mempelajari produk yang sudah ada. Juga tak kalah pentingnya, kata dia, adalah membangun ekosistem di hilir, yakni agar orang mamupu menghargai dengan cara membeli prodok inovasi produk dalam negeri , terutama hasil peserta Kartu Prakerja,

“Jadi penting bangun gerakan ini. Kalau produk mereka dikonsumsi oleh ekosistem yang terbangun menjadi rangsangan bagi mereka untuk terus berinovasi,” katanya.

Tahapan program Kartu Prakerja
Tahapan program Kartu Prakerja

Sejak diluncurkan April lalu, sebanyak 11,2 juta orang telah mendaftar Kartu Prakerja. Dari angka itu sebanyak 680 ribu orang telah ikut pelatihan dalam tiga gelombang.

Tercatat peserta Prakerja sebanyak 88 persen usianya di bawah 34 tahun dan 91% peserta prakerja itu pendidikan SMA ke atas.

Anggaran untuk Kartu Prakerja adalah Rp 20 triliun untuk 2020, dengan manfaat Rp 3,55 juta per individu. Lalu bantuan pelatihan Rp 1 juta, insentif penuntasan pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan dan insentif survei kebekerjaan Rp 150 ribu.

Jumlah peserta lolos Kartu Prakerja
Jumlah peserta lolos Kartu Prakerja

Sasaran dan target dimana sasarannya adalah pekerja yang mengalami penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan, dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan berusaha. Targetnya adalah 5,6 juta pekerja formal, informal dan pelaku UMKM, dimana peserta program per miggu maksimal 164.872 orang.

Sasaran berikutnya adalah WNI berusia 18 tahun ke atass tidak sedang sekolah atau kuliah. Implementasi Program Kartu Prakerja dalam tiga gelombang, dimana jumlah pendaftar mencapai 11,2 juta orang dari 513 kabupaten/kota.

Peserta terpilih sebanyak 860.918 orang. Peserta Program Kartu Prakerja Gelombang I-III, masing- masing yang terkena PHK sebanyak 392.338 orang (58%), pencari kerja 244.531 orang (35%), pelaku usaha 7.396 orang (6%) dan pekerja yang masih bekerja atau dirumahkan 36.653 orang (1%). (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN