Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Foto: IST

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Foto: IST

PARTISIPASI MASYARAKAT TERBUKA LUAS

Program Kartu Prakerja Tingkatkan Kualitas SDM

Sabtu, 4 Juli 2020 | 10:20 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk partisipasi dalam Program Kartu Prakerja, baik sebagai peserta pelatihan maupun penyedia modul materi pembelajaran. Sejak program ini diluncurkan, terbukti mendapat respons yang positif dari masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas SDM.

“Jadi semua orang bisa berpatisipasi di sini, mulai dari pilihan modul, e-walet dan lain. Itu salah satu terobosan, jadi semua orang bisa berpartisipasi,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam dialog Hot Economy dengan tema ‘Inovasi Kartu Prakerja’ di Beritasatu TV, Jumat (3/7).

Narasumber lain dalam dialog tersebut adalah Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. Denni mengakui sebelumnya banyak kritik yang ditujukan misalnya terkait penyediaan infrastruktur oleh pemerintah atau BUMN sampai ke cucu-cucunya.

“Ini program justru menggunakan banyak sekali rekan-rekan atau mitra swasta. Kolaborasinya dengan swasta ini luar biasa,” katanya.

Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. Foto: IST
Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. Foto: IST

Dia ambil contoh seseorang yang ahli di bidang penyiaran, dan akan membuat modul bagaimana menjadi penyiar dan lainnya. Jika yang bersangkutan tidak memiliki PT, maka bisa mendaftar melalui PT yang sudah menjadi mitra.

“Anda bisa membagikan pengetahuan anda itu lewat modul dan masuk ekosistem kartu prakerja. Jadi siapapun boleh masuk selama memenuhi kriteria,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Project Manajemen Officer (PMO) Program Kartu Prakerja per 1 Juli 2020 secara resmi telah menghentikan sistem paket pelatihan yang selama ini dilakukan oleh media platform Kartu Prakerja. Ini dilakukan karena berdasarkan evaluasi komite, pelatihan dalam satu paket membuat PMO sulit untuk memastikan apakah peserta sudah menyelesaikan seluruh pelatihan.

Denni mengatakan, ini adalah banyak masukan dari kementerian dan lembaga dan melihat kapasitas tim engineering manajemen pelaksana. Saat ini pihaknya fokus kepada pemberian insentif pascapelatihan yang sebesar Rp 600 ribu, mengingat hal itu yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Tahapan program Kartu Prakerja
Tahapan program Kartu Prakerja

Sekarang ini kalau tetap dibuka pelatihannya, maka backlog akan banyak sekali.

“Kami untuk sementara hentikan dulu pelatihan paket Kartu Prakerja. Sampai kapan saya tidak tahu. Tapi kalau yang eceran ada. Tapi ini bagian dari pembenahan tata kelola. Jadi untuk sementara dihold karena ada pembenahan untuk menjadi lebih baik,” katanya,

Sejak diluncurkan April lalu, sebanyak 11,2 juta orang telah mendaftar Kartu Prakerja. Dari angka itu sebanyak 680 ribu orang telah ikut pelatihan dalam tiga gelombang. Tercatat pesertta Prakerja sebanyak 88 persen usianya di bawah 34 tahun dan 91% peserta prakerja itu pendidikan SMA ke atas. Anggaran untuk Kartu Prakerja adalah Rp 20 triliun untuk 2020, dengan manfaat Rp 3,55 juta per individu. Lalu bantuan pelatihan Rp 1 juta, insentif penuntasan pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan dan insentif survei kebekerjaan Rp 150 ribu.

Sasaran dan target dimana sasarannya adalah pekerja yang mengalami penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan, dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan berusaha. Targetnya adalah 5,6 juta pekerja formal, informal dan pelaku UMKM, dimana peserta program per miggu maksimal 164.872 orang.

Jumlah peserta lolos Kartu Prakerja
Jumlah peserta lolos Kartu Prakerja

Sasaran berikutnya adalah WNI berusia 18 tahun ke atass tidak sedang sekolah atau kuliah. Implementasi Program Kartu Prakerja dalam tiga gelombang, dimana jumlah pendaftar mencapai 11,2 juta orang dari 513 kabupaten/kota.

Peserta terpilih sebanyak 860.918 orang. Peserta Program Kartu Prakerja Gelombang I-III, masing- masing yang terkena PHK sebanyak 392.338 orang (58%), pencari kerja 244.531 orang (35%), pelaku usaha 7.396 orang (6%) dan pekerja yang masih bekerja atau dirumahkan 36.653 orang (1%).

Program Kartu Prakerja telah efektif berjalan sejak April 2020. Program yang awalnya digagas untuk reskilling dan upskilling tenaga kerja Indonesia ini meluas menjadi salah satu bagian program Jaminan Sosial bagi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19. Program Kartu Prakerja ini menjadi inovasi baru sebagai salah satu upaya penciptaan sumber daya manusia unggul.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN