Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR

Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR

Program Padat Karya PUPR Telah Serap Anggaran Rp 6,83 T

Kamis, 20 Agustus 2020 | 04:29 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp 11,49 triliun untuk Program Padat Karya Tunai (PKT) dari pagu Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp 83,97 triliun. 

Hingga 18 Agustus 2020, progres penyerapan anggaran telah mencapai 60,19% atau Rp 6,83 triliun. Sedangkan tenaga kerja yang terserap mencapai 493.943 orang atau 80,38% dari rencana 614.480 orang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan yang tidak memerlukan teknologi.

Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR
Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR

PKT ini bertujuan selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli, juga untuk mendistribusikan dana hingga ke desa atau pelosok.

"Pola pelaksanaannya nanti memerhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Basuki dalam keterangannya yang diterima Investor Daily, Rabu (19/8).

Di samping itu, guna memperluas kesempatan kerja, PUPR juga mengubah skema pada program atau kegiatan infrastruktur yang semula bersifat kontraktual, menjadi Padat Karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp 654,4 miliar dan target penerima manfaat sebanyak 80.888 orang.

"Saat ini progresnya sudah 40,54% atau senilai Rp. 265,3 miliar dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 26.862 orang atau sebesar 33,20%," beber Basuki.

Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR
Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR

Lebih jauh, untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional, PUPR juga memperluas cakupan program PKT dan disetujui berdasarkan surat Menkeu Nomor S-191/MK.2/2020 pada tanggal 13 Agustus 2020, dan revisi DIPA yang tuntas pada Rabu, 19 Agustus 2020.

Perluasan cakupan program PKT tersebut diperuntukkan bagi pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional dan pengadaan material tambalan cepat mantap (CPHMA) dengan total anggaran Rp 1,2 triliun.

Untuk revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5000 Km di 34 Provinsi akan dilaksanakan melalui skema PKT dengan anggaran Rp 1 triliun. 

Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR
Program padat karya PUPR. Sumber: Kementerian PUPR

Alokasi tersebut dibagi untuk revitalisasi saluran drainase jalan nasional di Wilayah Barat (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan) sebesar Rp. 587 miliar dan Rp. 413 miliar untuk  di Wilayah Timur (Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua).

Pelaksanaan lapangan pun telah dimulai hari ini seperti di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Perluasan cakupan program PKT tersebut dilaksanakan PUPR untuk pengadaan material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100 ribu Ton dengan anggaran Rp 200 miliar di 34 Provinsi. Alokasinya sebesar Rp 120 miliar yang diperuntukkan di Wilayah Barat (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan) dan Rp 80 miliar untuk di Wilayah Timur (Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua).

Anggaran program padat karya utamanya digunakan untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Pembangunan Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN