Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan perumahan subsidi di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (27/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan perumahan subsidi di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (27/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Program Sejuta Rumah Kena Dampak Covid-19

Imam Mudzakir, Selasa, 26 Mei 2020 | 11:18 WIB

Jakarta, Investor.id – Pandemi Covid-19 dinilai akan berdampak pada pencapaian target Program Sejuta Rumah (PSR) tahun 2020. Sepanjang awal Januari hingga 11 Mei 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan mengklaim capaian PSR sebanyak 215.662 unit.

“Kami tetap  mengupayakan agar hingga akhir tahun 2020 capaian Program Sejuta Rumah bisa menembus satu juta unit. Sedangkan target konservatif keseluruhan hingga akhir tahun sebesar 900.000 unit mengingat adanya pandemi Covid -19,” jelas Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, per 11 Mei 2020 capaian PSR sebesar 215.662 unit. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, presentase capaian PSR masih diprioritaskan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni 79%. Adapun realisasi pembangunan rumah berasal dari kementerian/lembaga di luar Kementerian PUPR sebanyak 50.863 unit, pemerintah daerah (pemda) sebanyak 1.521 unit, dan rumah tapak yang dibangun oleh pengembang sebanyak 116.933 unit.

Sedangkan pembangunan rumah untuk non-MBR prosentasenya sebanyak 21% yang berasal dari pembangunan rumah tapak oleh pengembang sebanyak 42.884 unit dan rumah susun sebanyak 3.461 unit. “Total capaian pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 169.317 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 46.345 unit,” terangnya.

Khalawi menerangkan, adanya pandemi Covid–19 cukup berpengaruh pada pelaksanaan PSR tahun 2020.  Meskipun demikian, pihaknya telah menyusun pedoman bagi para pekerja untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan.

Sementara itu, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR Arief Sabaruddin, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi MBR sebesar Rp 5,27 triliun, per 20 Mei 2020. Dana sebesar itu setara untuk 52.284 rumah atau 51,01% dari total target yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu senilai Rp11 triliun untuk 102.500 rumah. “Total penyaluran FLPP sepanjang 2010-2020 mencapai Rp 49,64 triliun untuk 707.886 unit,” ujar dia, dalam siaran pers di Jakarta, baru-baru ini.

Dari realisasi penyaluran FLPP sepanjang awal Januari hingga 20 Mei 2020, BTN menjadi bank pelaksana dengan penyaluran tertinggi, yakni sebanyak 30.939 unit. Lalu, BNI sebanyak 5.739 unit, BTN Syariah sebanyak 3.089 unit, BRI Syariah sebanyak 2.530, Bank BJB sebanyak 1.576 unit, dan Bank Artha Graha sebanyak 921 unit.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN