Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Agustus 2021, Jakarta, Senin, 27 September 2021.

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Agustus 2021, Jakarta, Senin, 27 September 2021.

Prokes, Vaksinasi dan Kecepatan Realisasi Anggaran Pemerintah Pengaruhi PEN

Senin, 27 September 2021 | 17:00 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  – Bank Indonesia (BI) melihat pemulihan ekonomai nasional di Triwulan II/2021 sudah membaik. Disiplin protokol kesehatan (prokes), akselerasi vaksinasi Covid-19 dan kecepatan realisasi anggaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menjadi tiga faktor penting yang mempengaruhi percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko  dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Agustus 2021, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Onny menerangkan pertumbuhan perekonomian Jakarta tidak terlepas dari pertumbuhan perekonomian Indonesia. Dan pertumbuhan perekonomian Indonesia tidak bisa terlepas dari perkembangan ekonomi global.

“Kalau kami melihat, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II/2021 di berbagai negeri menunjukkan perbaikan. Hal ini terjadi karena didukung dengan akselerasi vaksinasi dan stimulus kebijakan fiskal dan moneter, meskipun terus dibayang-bayangi oleh dampak peningkatan kasus varian delta Covid-19,” kata Onny Widjanarko.

Sejalan dengan peningkatan penyebaran varian delta Covid-19, BI melihat juga terjadi perbaikan ekonomi di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang masih terbatas, seperti di India dan kawasan ASEAN. Diperkirakan laju ekonomi tetap bertumbuh tetapi tertahan.

Kendati demikian, ada optimisme ekonomi global akan terus bertumbuh, mengingat semakin kuatnya pemulihan ekonomi di negara-negara yang menjadi mesin pergerakan ekonomi dunia. Seperti terjadi penguatan ekonomi di Amerika Serikat, kawasan Eropa dan Tiongkok. Ketiganya diperkirakan dapat menopang pertumbuhan ekonomi global.

Penguatan ekonomi global, lanjut Onny, dikonfirmasi oleh kinerja indikator pada Juli 2021 yang tetap kuat, seperti Purchasing Manager Index (PMI) Manufacture, Indeks Keyakinan Konsumen Global dan penjualan eceran di negara-negara yang tetap kuat, termasuk Indonesia.

“Sementara, volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga diperkirakan meningkat. Biasanya memang volume perdagangan dan harga komoditas ini sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dimana ada pertumbuhan disitulah komoditas meningkat dan volume perdagangan juga turu meningkat. Ini sudah kita saksikan di Triwulan I dan II, ekspor dan impor meningkat meskipun belum meningkat seperti sebelum Covid-19,” ujar Onny Widjanarko.

Onny mengungkapkan pada Triwulan II/2021, laju pertumbuhan perekonomian di Indonesia turut membaik, meskipun masih terbatas. Pemulihan ekonomi domestik banyak dipengaruhi oleh perkembangan mobilitas masyarakat sejakan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di sejumlah daerah.

“Dan kita juga melihat kecepatan realisasi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini juga kunci. Kemudian kemajuan restrukturisasi dan penjaminan kredit serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital khusunya pemberdayaan UMKM juga menjadi kunci pertumbuhan, termasuk akselerasi vaksinasi di masing-masing daerah,” terang Onny Widjanarko.

Realisasi PDB pada Triwulan II/2021 tercatat 7,07% (year on year/yoy). Menurut Onny, angka ini meningkat tajam dari kontraksi Triwulan I/2021 yang hanya sebesar 0,71% yoy.

“Perkembangan ini tentu dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang tetap kuat. Kalau dunia di sekitar kita kuat, biasanya ekspornya kuat juga. Jadi kita mendapatkan keuntungan dari ekonomi di sekitar kita yang kuat, sehingga ekspornya kuat. Kemudian juga ada  tingkat perbaikan konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah yang terus berlanjut,” papar Onny Widjanarko.

Sementara, ekspor yang tumbuh tinggi, diungkapkan Onny, didukung karena kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, peningkatan konsumsi rumah tangga yang sejalan dengan perbaikan mobilitas masyarakat dan berlanjutnya stimulus kebijakan moneter atau fiskal.

“Kalau kita lihat kinerja investasi, juga mulai tercatat positif terutama ditopang oleh perbaikan investasi non bangunan. Sementara itu konsumsi pemerintah tumbuh didorong oleh akselerasi realisasi stimulus fiskal dalam bentuk belanja barang dan belanja modal. Ini  sangat bagus ya. Biasanya kalau belanja modalnya naik ya, siap-siap manufakturnya juga naik,” tutur Onny Widjanarko.

“Khususnya terkait dengan program pemulihan ekonomi nasional serta belanja pegawai sejalan dengan peningkatan ekspor dan permintaan domestik impor pun juga tinggi,” lanjut Onny Widjanarko.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN