Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto ilustrasi: bkpm.go.id

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto ilustrasi: bkpm.go.id

PAKAR KOMUNIKASI DIGITAL:

Promosi Kementerian Investasi/BPKM via Medsos Tunjukkan Komitmen Tarik Investasi

Jumat, 30 Juli 2021 | 21:35 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Langkah Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di media sosial dalam hal ini platform Linkedin harus diapresiasi karena menunjukkan komitmen Kementerian Investasi untuk menarik sebesar-besarnya investasi untuk pembangunan negeri.

Demikian dikemukakan Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Anthony Leong.
Anthony Leong.

Menurut Anthony,   mempromosikan peluang investasi di Indonesia melalui unggahan media sosial tidak ada salahnya.

“Kita tidak bisa menilai cara promosi Kementerian Investasi hanya berdasar satu unggahan di media sosial saja. Padahal kami lihat akun tersebut tidak hanya digunakan untuk mempromosikan investasi saja, tapi juga menginformasikan pencapaian realisasi investasi dan konten-konten positif lainnya," ujar Anthony.

Dia menjelaskan dalam kegiatan aktivasi digital yang dilakukan Kementerian Investasi, strategis push & pull marketing sangat penting untuk dilakukan.

“Dalam marketing ada strategi push and pull. Push ketika kita mendorong informasi sebanyak-banyak ke publik, untuk itu menggunakan berbagai corong media justru perlu dilakukan termasuk menggunakan Linkedin. Apalagi semenjak diakuisisi Microsoft, Linkedin kini bukan hanya media sosial biasa saja tapi media sosial bisnis dan jejaring professional,” jelas Anthony.

Dia menambahkan,  Kementerian Investasi sejatinya juga melakukan upaya-upaya promosi lain di luar promosi dengan media sosial. Anthony mencontohkan lawatan Menteri Investasi/BKPM RI, Bahlil Lahadalia ke Amerika Serikat yang membawa komitmen investasi sebesar US$ 350 Juta.

“Saya rasa justru strategi yang dilakukan Kementerian Investasi sudah tepat. Memanfaatkan dengan baik promosi digital, yang diseimbangkan dengan pertemuan antar pemerintah. Indonesia kan butuh investasi memang kita harus inisiatif dan menghadirkan inovasi promosi. Unggahan itukan bertujuan untuk menginformasikan potensi SDA negeri. Untuk keputusan investasinya ya tentu nanti diputuskan lewat pertemuan-pertemuan dengan pemerintah," ujarnya.

Anthony menambahkan strategi aktivasi digital saat ini terus berkembang dan kian banyak platform yang dikembangkan untuk itu dibutuhkan keputusan yang cepat dari Menteri Investasi/BKPM RI.

“Marketing terus berevolusi dan berkembang, dulu pemasaran efektif di surat kabar namun sekarang muncul media-media lain seperti media sosial. Kita harus apresiasi Menteri Investasi, Pak Bahlil Lahadalia dan Kementerian Investasi karena berhasil beradaptasi dengan zaman dengan memanfaatkan semua corong media yang ada," tutup Anthony yang juga CEO Menara Digital ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN