Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mutiara Indonesia (KKP)

Mutiara Indonesia (KKP)

Promosikan Pernak-Pernik Indonesia, Kemendag Dukung UMKM Jaga Kontribusi terhadap Ekonomi

Rabu, 16 September 2020 | 17:18 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI meluncurkan kampanye “Pernak-Pernik Unik” sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangsa Buatan Indonesia (BBI). Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berharap dengan kampanye ini, pemerintah dapat turut menjaga kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai produsen utama pernak-pernik khas Indonesia terhadap perekonomian nasional.

Menurut Agus, UMKM menyumbang hingga 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 96% dari total 133 juta angkatan kerja Indonesia.

“Indonesia dianugerahi kekayaan budaya berlimpah, di dalamnya terdapat seni dan kerajinan yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Hasil-hasil kerajinan pernak-pernik Indonesia mempunyai ciri khas yang unik di masing-masing daerah, seperti pernak-pernik mutiara di Nusa Tenggara Barat, pernak-pernik di Bali, dan sebagainya,” kata Agus dalam acara peluncuran virtual, Rabu (16/9).

Dia menambahkan, Kemendag juga meluncurkan pameran pernak-pernik khas Indonesia virtual, sebuah website Bangga Buatan Indonesia, lomba video pernak-pernik unik, dan gerobak dagang digital. Dia berharap berbagai aktivitas tersebut dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, sekaligus mendorong UMKM untuk terus mempromosikan produk mereka melalui platform digital. Untuk itu, Kemendag juga telah melatih 65% dari 4 ribu UMKM yang ditargetkan mendapatkan pelatihan promosi online pada 2020.

“Selain itu, Kemendag juga melakukan sosialisasi kampanye Bangga Buatan Indonesia melalui webinar, penayangan konten di media sosial, dan aktivitas melalui berbagai program agar masyarakat lebih mencintai dan menggunakan produk Indonesia,” imbuh Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan Indonesia merupakan negara ketiga dengan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional terbesar.

Menurut dia, sektor ekonomi kreatif yang menyumbang 7,28% dari PDB membuat Indonesia hanya kalah dari Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam soal sumbangan ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Namun, dia mengatakan nilai tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat jumlah UMKM Indonesia mencapai lebih dari 61 juta kelompok.

“Dari 17 sektor ekonomi kreatif yang menyumbang PDB nasional, subsektor kriya merupakan penyumbang ketiga terbesar terhadap PDB Indonesia. Pada 2019, sektor kriya nilainya menembus US$ 892 juta atau naik 2,5% dari perolehan 2018 sebesar US$ 874 juta. Tren positif ini harus terus kita jaga melalui semangat kerja sama, walaupun, jujur, ini masih jauh dari harapan kita,” kata Luhut dalam kesempatan yang sama.

Dia mengatakan, pemerintah mendukung produk kriya, termasuk pernak-pernik khas Indonesia, diproduksi dengan riset dan teknologi. Selain itu, dia juga meminta UMKM yang memproduksi pernak-pernik dapat menjual secara online di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 83% dari total UMKM mengakui terdapat dampak positif dari penggunaan media online untuk pemasaran.

 “Melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia, kita makin perkokoh semangat gotong royong dan solidaritas semua pemangku kepentingan. Sejak 14 Mei 2020, sudah tercapai 1,9 juta lebih UMKM atau 98% dari target 2 juta UMKM yang on boarding di platform digital. Dengan tren ini, kita yakin bisa mencapai 3 juta pada akhir tahun,” imbuh Luhut.

Luhut juga meyakini penanganan Covid-19 semakin baik di Indonesia. Menurut dia, vaksin pertama akan masuk ke Indonesia pada awal Desember 2020 nanti, berjumlah sebanyak 30-40 juta vaksin.

“Maka critical time kita dua bulan ke depan. Setelah itu, kuartal pertama tahun depan  keadaan akan lebih baik. Oleh karena itu teman-teman UMKM sebaiknya menyiapkan diri menghadapi pertandingan yang lebih bebas ke depan,” ujarnya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN