Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peralatan konstruksi terlihat di tengah-tengah unit perumahan masyarakat yang masih dalam pembangunan, di Singapura . Foto ilustrasi: Roslan RAHMAN / AFP

Peralatan konstruksi terlihat di tengah-tengah unit perumahan masyarakat yang masih dalam pembangunan, di Singapura . Foto ilustrasi: Roslan RAHMAN / AFP

Properti Asia Pasifik Tumbuh di Kuartal III

Kamis, 29 Oktober 2020 | 16:12 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti Colliers International menilai, pasar properti pada kuartal III ini mengalami pertumbuhan yang positif dan mendapatkan kembali momentum jangka panjang di kawasan Asia Pasifik.

Colliers melihat bahwa sektor logistik, komersial dan pusat data ini masih menjadi incaran para investor di kawasan Asia Pasifik. Bahkan kota-kota besar di Australia dengan Sydney dan Melbourne mencatatkan lebih dari US$ 200 juta penawaran, begitu juga di Korea mencatatkan rekor baru transaksi properti, di Singapura penjualan investasi properti melonjak lebih dari US$2,9 miliar. Begitu pula di Tiongkok, kebijakan pemerintah yang proaktif membuat investor asing masuk, termasuk di Indonesia layanan pusat data telah berkembang cukup signifikan.

Managing Director Pasar Modal & Layanan Investasi, Asia di Colliers International, Terence Tang mengatakan, hasil laporan dari Asia Pacific Market Q3 2020, menunjukkan pemulihan berkelanjutan di Pasar properti Asia Pasifik sebagai kebijakan yang akomodatif, peluang pembelian yang menarik dan kebangkitan ekonomi digital berkontribusi pada kuatnya minat investor.

Ia menyebutkan bahwa pasar seperti Singapura, Taiwan dan Tiongkok mengalami kebangkitan transaksi selama kuartal tersebut, dengan sektor komersial dan logistik tetap menjadi area fokus utama, dari hasil kajian pasar properti kuartal sebelumnya di 19 pasar Asia Pasifik dan memberikan perkiraan untuk kuartal saat ini dan yang akan datang.

“Kuartal ketiga memberikan bukti lebih lanjut bahwa, investor tetap percaya diri pada kemampuan pasar properti regional untuk memberikan nilai dalam jangka panjang,” kata Terence Tang, dalam siaran pers, Kamis (29/10).

Menurutnya, transaksi perkantoran di pusat kota seperti Seoul dan Singapura, dan pusat data menarik minat yang kuat dari pasar, seperti Jepang dan Hong Kong karena adanya peralihan ke layanan cloud dan e-commerce semakin cepat. Dengan kebijakan pemerintah yang cenderung tetap mendukung, lebih banyak peluang pembelian nilai kemungkinan akan muncul, dan kami memperkirakan permintaan akan tetap kuat di kuartal terakhir tahun ini.

John Marasco, Managing Director, Capital Markets & Investment Services, Australia dan Selandia Baru di Colliers International mengatakan, daya tarik Australia sebagai tujuan investasi menjadi perhatian investor terutama di pasar inti seperti Sydney, Melbourne dan Brisbane mulai meningkat terutama mulai kuartal IV.

“Di Selandia Baru, kami melihat pemain domestik mengisi peluang sampai adanya pembatasan dicabut dan investor internasional masuk kembali,” katanya.

Head of Capital Markets & Investment Services, Steve Atherton mengatakan, aktivitas pusat data di Indonesia mulai meroket, termasuk sektor perumahan tapak mengalami kenaikan. Bisnis e-commerce mencapai lebih dari 30% peningkatan transaksi, dengan peritel lokal menggunakan periode ini untuk terjun ke era digital.

“Dengan penggunaan TI yang lebih besar, aktivitas pusat data telah meroket, dengan proyek senilai sekitar US$ 4 miliar sedang berlangsung di Jabodetabek hingga tahun 2021. Sektor perumahan tapak terus mengungguli, terutama perumahan terjangkau dengan harga di bawah Rp1 miliar,” kata Stave.

Australia menunjukkan ketangguhan

Sedangkan transaksi juga terus terjadi kota-kota besar Australia menunjukkan jeda aktivitas, yang disebabkan oleh pembatasan terkait Covid -19, kemungkinan akan terbukti bersifat sementara. CBD Western Core Melbourne melakukan pembelian aset kantor Grade-A senilai AU$ 454 juta (US$ 323 juta) oleh DEKA, sementara business park di Sydney berpindah tangan dalam transaksi di luar pasar senilai AU$ 306 juta (US$ 218 juta).

“Meningkatnya permintaan dari beragam investor institusional, termasuk REIT dan dana superannuation besar, diperkirakan akan mendorong lebih banyak transaksi di Q4 dan awal tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, penjualan investasi di Singapura pada kuartal ketiga melonjak 78,0% Q-o-Q menjadi SG$ 3,99 miliar (US$ 2,92 miliar) karena pembatasan terkait Covid-19 terus berkurang dan investor lokal pindah untuk membeli aset berkualitas dengan harga dibawah kapitalisasi pasar.

Aktivitas konsisten di seluruh sektor perumahan, industri dan komersial. Segmen perkantoran diharapkan untuk melihat pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang karena lebih banyak pemain teknologi yang sedang naik daun di kawasan ini yang bertujuan untuk meningkatkan kehadiran mereka di negara kota tersebut

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN