Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
EO Propnex Indonesia, Luckyanto (tengah) saat acara Propnex Indonesia Annual Convention 2020 Di The Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Senin (24/2/2020). Foto: Amrozi Amenan

EO Propnex Indonesia, Luckyanto (tengah) saat acara Propnex Indonesia Annual Convention 2020 Di The Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Senin (24/2/2020). Foto: Amrozi Amenan

Propnex Indonesia Targetkan Transaksi Rp 1,8 Triliun

Amrozi Amenan, Selasa, 25 Februari 2020 | 20:05 WIB

SURABAYA, investor.id - Perusahaan agen properti, Propnex Indonesia tahun ini menargetkan penjualan produk properti sebanyak Rp 1,8 triliun atau naik 20% bila dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,31 triliun.

CEO Propnex Indonesia, Luckyanto mengatakan tahun ini kondisi pasar properti diyakini akan sedikit lebih bergairah dibanding tahun lalu. Beberapa indikasi positif mendukung hal itu. Pertama, pemilu yang sudah selesai dan banyak anak muda milenial yang masuk di ring satu pemerintah yang akan mendobrak sisi properti. Hal itu sudah dimulai oleh Presiden Jokowi dengan informasi tentang 7 destinasi wisata dunia terbaru sekelas Bali. Salah satunya adalah Labuhan Bajo, yang saat ini mulai banyak diincar oleh investor lokal terutama dari Surabaya dan Jakarta.

Kedua, banyaknya orang milenial di ring satu pemerintah juga akan mendorong perubahan peraturan di sektor properti yang lebih sederhana, misalnya memberi kemudahan izin tinggal bagi orang asing.

CEO Propnex Indonesia, Luckyanto (tengah) saat acara Propnex Indonesia Annual Convention 2020 Di The Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Senin (24/2/2020). Foto: Amrozi Amenan
CEO Propnex Indonesia, Luckyanto (tengah) saat acara Propnex Indonesia Annual Convention 2020 Di The Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Senin (24/2/2020). Foto: Amrozi Amenan

“Semua ini adalah opportunity buat kita untuk menarik investor ke Indonesia. Apalagi kalau kran Indonesia 100% dibuka di tahun ini bagi investor asing boleh beli properti di Indonesia, pastilah seperti orang dari Singapura atau negara-negara lain akan mau investasi di sana. Karena target Propnext tahun ini adalah menggenjot investor asing untuk masuk ke Indonesia,” katanya di sela acara Propnex Indonesia Annual Convention 2020 di The Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Senin (24/2/2020).

Dan ketiga, sambung Lucky, infrastruktur sekarang sudah sangat maju untuk Surabaya-Jakarta yang sudah bisa ditempuh selama 9 jam perjalanan lewat jalan tol. Hal itu memungkinkan pergerakan bisnis Propnex untuk Jakarta-Surabaya juga lebih cepat. Lalu, pembangunan infrastruktur juga akan mempercepat kemajuan perusahan di Surabaya dan Jakarta.

“Jadi tahun ini akan sedikit lebih bergairah dan hal itu tentu akan mendukung target kami di tahun 2020 ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Lucky menjelaskan Propnex Indonesia menargetkan omset sebesar Rp 1,8 triliun. Angka tersebut naik 20% dibandingkan tahun 2019 yang mencatat omset sebesar Rp 1,31 triliun.

Meskipun pencapaian omset pada 2019 lalu masih dibawah target, yakni tumbuh 10%, sementara targetnya sebesar 30%, Lucky menganggap pencapaian itu yang baik. Karena di saat properti turun omset Propnex masih bisa naik.

Menurut Lucky, hal yang perlu digarisbawahi di pasar properti selama 2019 adalah pergeseran segmentasi properti. Jika pada dua tahun lalu primary market mendominasi, namun tahun lalu primary market mengalami penurun dan giliran secondary market yang mendominasi pasar, selain karena tak banyak proyek baru yang diluncurkan, juga selisih harga properti di secondary market dengan proyek baru di kisaran 5-10%. Kenaikan secondary market ini bisa 4 sampai 5 kali.

“Pasar memang berubah. Dari total pencapaian omset 2019 lalu, sebesar Rp 1,2 triliun di antaranya disumbang oleh secondary market dan sisanya Rp 248 miliar dari primary market,” terang Lucky.

Sementara untuk penjualan di primary market, menurut Lucky, sepanjang tahun lalu banyak disumbang dari penjualan properti asing oleh pembeli di Tanah Air. Propnex sendiri tahun lalu memasarkan produk apartemen, rumah, hingga shophouse di Dubai, Perth, Jepang, dan Singapura.

“Untuk apartemen di Dubai kebanyakan masyarakat kita untuk investasi, karena memang ada garansi ROI sebesar 16% dari pemerintah di sana. Apalagi harganya relatif sama dengan di Indonesia, yakni di kisaran Rp 1,8 miliar hingga Rp 5 miliar per unit. Sedangkan pembelian properti di Australia, Jepang, dan Singapura kebanyakan untuk dipakai sendiri," urai Lucky.

Lucky menambahkan untuk mencapai target tahun ini, selain menggaet investor asing masuk ke Indonesia, Propnex akan lebih mendorong perimbangan penjualan primary market dan secondary market. Jika tahun lalu, hampir 80% didominasi secondary market, maka tahun ini akan didorong 50% secondary market dan 50% primary market.

Selain juga akan menggelar dua kali pameran properti, juga perluasan dan penambahan kantor dan agent. "Tahun ini kami akan memperluas jaringan di Makassar dan Batam. Saat ini kami sudah ada di Surabaya, Jakarta dan Malang dengan jumlah agent sebanyak 1300 tenaga pemasar,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN