Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Propnex Indonesia Luckyanto (paling kanan) bersama perwakilan BCA, CIMB Niaga, UOB dan OCBC pada pameran Propnex Secondary & Auction Property Expo 2019 di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu  (24/11/2019).Foto:Amrozi Amenan

CEO Propnex Indonesia Luckyanto (paling kanan) bersama perwakilan BCA, CIMB Niaga, UOB dan OCBC pada pameran Propnex Secondary & Auction Property Expo 2019 di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu (24/11/2019).Foto:Amrozi Amenan

Propnex Targetkan Rp 100 Miliar di Pameran Properti Secondary Market

Amrozi Amenan, Minggu, 24 November 2019 | 23:20 WIB

SURABAYA, investor.id - Perusahaan agen properti, Propnex Indonesia menggandeng pengembang dan perbankan untuk menggelar pameran produk properti tangan kedua ‘Propnex Secondary & Auction Property Expo 2019’ di Surabaya. Rencananya, pameran serupa juga akan digelar di Jakarta.

Propnex menargetkan pameran sehari di Surabaya tersebut mampu membukukan transaksi penjualan sebesar Rp 100 miliar dari 1.000 produk properti tangan kedua (second hand) yang ditawarkan.

“Kami optmistis dengan target penjualan Rp 100 miliar, karena tahun ini kami mencatat permintaan produk properti di secondary market mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Secondary market Propnex tahun ini tercatat naik 5 kali lipat omzetnya dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Per Aguttus 2019, omzet kita sudah mencapai Rp 800 miliar dan sampai akhir tahun ini kita targetkan bisa tembus Rp 1,2 triliun, atau jauh lebih tinggi dari capaian sampai akhir tahun lalu sebesar Rp 400 miliar,” kata CEO Propnex Indonesia, Luckyanto, di sela pameran ‘Propnex Secondary & Auction Property Expo 2019’ di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu  (24/11/2019).

Pengunjung pameran Propnex Secondary & Auction Property Expo 2019 di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu  (24/11/2019). Foto:Amrozi Amenan
Pengunjung pameran Propnex Secondary & Auction Property Expo 2019 di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu (24/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Lebih lanjut Luckyanto menjelaskan, Propnex melihat masih ada celah bisnis di pasar properti yang dibilang oleh banyak orang saat ini sedang lesu. Celah itu adalah konsumen langsung dan investor ternyata lebih selektif dalam memilih produk properti yang harganya termurah.

Mereka merasa jenuh dengan primary market yang kini kebanjiran pasokan setelah digelontor oleh banyaknya primary poject di tahun 2018 lalu hingga menyebabkan harga produk properti tidak lagi meningkat.

Mereka kecewa lalu melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan pembelian produk properti di secondary market.

“Celah bisnis ini yang kami kejar. Apalagi, permintaan di secondary market juga cukup tinggi. Hampir 40% pembelinya adalah end user dan 60% investor. Investor yang dulu memburu project property kini beralih ke secondary,” ujarnya.

Melihat celah itu, lanjut Luckyanto, Propnex lalu menggandeng sejumlah pengembang di Surabaya dan empat bank, yakni BCA, CIMB Niaga, UOB dan OCBC untuk menghadirkan produk-produk properti termurah sesuai perrmintaan pasar, yang umumnya bermasalah baik dengan bank atau pengembang. Mulai yang gagal bayar cicilan sampai yang sudah waktunya settlement di bank namun tidak sanggup melakukannya.

“Dari pada DP-nya hangus kalau tidak settlement, DP-nya pun dirugikan. Kalau DP-nya minimal 34%, dia kan bisa memilih mau rugi 50%, 60% atau 100%. Kalau diambil developer kan dia rugi 100%. Makanya dia jual propertinya. Bank dan developer lalu titipkan ke kami untuk dijual kembali, yang tentunya harga yang dijual juga bisa 40% di bawah harga market saat ini,” ucapnya.

Luckyanto menuturkan sekalipun pembayarannya harus secara tunai di depan, penawaran di bawah harga pasar telah membuat konsumen dan investor sangat tertarik.  Produk yang ditawarkan beragam mulai rumah, apartemen, ruko, gudang, commercial area  dan lahan kosong dengan harga mulai Rp 1 miliar hingga Rp 7 miliar. Namun, 60% dari 150 investor yang datang rata-rata mereka mengincar produk properti yang harganya dibawah Rp 5 miliar.

Dengan pembayaran uang tunai dan harga produk properti di bawah harga pasar, mereka berharap tahun depan atau dua tahun lagi sudah bisa memetik keuntungan yang berlipat-lipat dari investasi yang mereka gelontorkan sekarang.

“Dia beli hari ini saja sudah untung 20%-30% karena dapat properti lebih murah 40% dari pada dia beli market value. Ambil contoh satu produk properti yang macet di bank, market value seharga Rp 3 miliar, ternyata dia beli di bank itu seharga Rp 1,5 miliar. Berarti dia sudah untung 50%. Belum lagi kalau dia jual satu atau dua tahun lagi,” paparnya.

Menurut Luckyanto, secondary market untuk produk property diprediksi masih akan terus tumbuh karena adanya pasokan dan permintaan. Melihat prospek itu, Propnex dan 4 bank yang mendukung gelaran pameran kali berkomiten untuk menggelar pameran serupa di Jakarta dan Surabaya.

“Kami sudah menandatangani komitmen bersama untuk mengadakan event seperti ini lagi di Surabaya dua kali dan di Jakarta juga dua kali pada 2020,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN