Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suryo Eko Hadianto, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, dalam diskusi sesi 5 di hari ke-2 forum Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021). IDS 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan merupakan rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Suryo Eko Hadianto, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, dalam diskusi sesi 5 di hari ke-2 forum Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021). IDS 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan merupakan rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

PTBA Bakal Panen Energi Surya

Rabu, 14 Juli 2021 | 18:03 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyulap lahan pasca tambang menjadi ladang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ribuan hektare bekas lahan tambang itu kini ditanami panel surya untuk menghasilkan listrik. Tercatat, sekitar 430 megawatt (MW) energi akan bisa dipanen tiap harinya dari ladang tersebut.

Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan, tiga area bekas tambang itu terletak di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur. Lahan-lahan tambang itu diubah menjadi lokasi PLTS sebagai bentuk reklamasi tambang yang dilakukan PTBA.

"Untuk membangkitkan 1 megawatt membutuhkan satu hektare lahan. Banyak investor yang tertarik dan ini masa depan Bukit Asam," kata Suryo dalam acara Investor Daily Summit 2022 dengan tajuk Mengurai Hambatan Investasi Energi Terbarukan di Jakarta, Rabu (14/7).

Suryo menuturkan, lahan di Ombilin, Sumatera Barat mampu menghasilkan 200 MW. Kemudian di Tanjung Enim, Sumatera Selatan dapat memproduksi energi surya sebesar 200 MW. Sementara di Bantuas, Kalimantan Timur energi yang dihasilkan sebesar 30 MW.

Dia mengungkapkan, biaya konstruksi dan panel surya untuk 1 MW mencapai Rp 10 miliar. Biaya tersebut belum termasuk lahan.

Bila komponen pembebasan lahan dimasukan, biaya PLTS semakin membengkak. "Kekuatan kami mengembangkan PLTS karena lahan sudah dibebaskan," tutur dia.

Bisnis tenaga surya bukan hal baru bagi PTBA. Sejak tahun lalu, PTBA telah memasang PLTS yang bekerja sama dengan Angkasa Pura II dengan kapasitas 241 kWp.

PTBA pun kini tengah melakukan penjajakan dengan bandara lain. Selain itu, PTBA akan membuat PLTS terapung di DAM Sigura-Gura Milik Inalum.

Bahkan, PTBA menjajaki kerja sama PLTS dengan operator jalan tol. "Ini upaya mendukung energi mix sebesar 23% di 2025," kata Suryo.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN