Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

PTPN Group Remajakan 223 Ribu Ha Kebun Sawit

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 19:03 WIB
Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group melakukan peremajaan sawit di seluruh kebun anak perusahaan seluas 223.719,71 hektare (ha).

Sejalan dengan itu, PTPN Group melalui seluruh anak usahanya juga meremajakan kebun sawit rakyat (plasma) demi meningkatkan produksi kelapa sawit sehingga kesejahteraan petani plasma meningkat dan menjaga kesinambungan pasokan bahan baku ke pabrik kelapa sawit (PKS) milik BUMN tersebut.

Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, PTPN Group melalui seluruh anak perusahaannya melakukan program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat (PSR). Hal ini merupakan upaya dari BUMN perkebunan tersebut untuk membantu mengembangkan sawit rakyat dengan melakukan penggantian tanaman lama dengan tanaman baru sesuai prinsip GAP (good agricultural practices).

“Melalui program ini, kami berharap produksi kebun sawit dapat meningkat sejalan rencana peremajaan kebun sawit milik anak perusahaan, PTPN I-XIV, seluas 223.719,71 ha,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Mohammad Abdul Ghani
Mohammad Abdul Ghani

PSR dilatarbelakangi permasalahan tanaman yang tidak produktif di perkebunan sawit rakyat. Melalui PSR diharapkan dapat meningkatkan produksi sawit dan memberikan hasil optimal sehingga kesejahteraan petani plasma meningkat, juga untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku ke PKS PTPN Group. Pelaksanaan PSR yang masuk dalam program BUMN untuk Sawit Rakyat ditandai dengan tanam perdana peremajaan kelapa sawit plasma PTPN V di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. PTPN V akan melakukan peremajaan kebun kelapa sawit plasma sekitar 18.250 ha yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau.

Ghani menuturkan, fokus peremajaan sawit rakyat di samping untuk menyejahterakan petani plasma juga untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku ke PKS.

Saat ini, hampir 50% pasokan tandan buah segar (TBS) ke PKS PTPN V berasal dari plasma dan pihak ketiga. Sebagai dukungan perusahaan dalam percepatan program PSR, PTPN V sebagai anak perusahaan PTPN Group telah melakukan kerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan) dalam penyediaan sekitar 1,50 juta bibit kelapa sawit.

Direktur PTPN V Jatmiko menambahkan, manfaat dari PSR adalah memberdayakan petani, secara pendapatan petani plasma akan memperoleh tambahan pendapatan di samping peningkatan kualitas dan memperkuat manajemen yang hasilnya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat. Peremajaan sawit plasma PTPN V mencapai 20% dari total areal sawit seluas 56.665 ha. Hingga 2023, PTPN V menargetkan melakukan program peremajaan sawit plasma hingga 18.250 ha yang menyebar di lima kabupaten di Riau.

Jika program itu tercapai maka 40% sawit plasma PTPN V telah diremajakan. PTPN Group mendukung penuh program percepatan PSR yang dilaksanakan PTPN V. Dukungan itu ditandai dengan kehadiran Wakil Direktur Utama PTPN Group Denaldy Mulino Mauna pada program peremajaan sawit di kebun PTPN V Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Agustus lalu. Per 30 Juni 2020, areal tanaman PTPN Group dan anak perusahaan didominasi tanaman kelapa sawit seluas 552.888 ha, tanaman karet 154.737 ha, teh 30.279 ha, serta areal tebu 53.946 ha.

PTPN Group saat ini mengelola lahan total seluas 1.181.751,03 ha yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Lahan-lahan yang dimiliki dikelola sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP).

Digitalisasi Perkebunan

Pada bagian lain, PTPN Group akan menerapkan sistem aplikasi terintegrasi, Digital Farming (Dfarming), untuk kebutuhan pencatatan aktivitas dan pengelolaan di kebun kelapa sawit maupun karet serta aktivitas di pabrik (PKS/PPK).

Dalam bidang perkebunan dan industri kelapa sawit Indonesia yang selama ini dikelola secara konvensional, sudah saatnya berubah dan bergerak nyata menuju modernisasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital jika tidak ingin tergerus zaman.

“Aplikasi terintegrasi DFarming ini dibangun dan dirancang internal programmer PTPN III agar terlaksananya penyampaian informasi yang cepat dan akurat dengan efektif dan efisien serta didukung sumber daya dan fasilitas TI milik perusahaan,” kata Ghani.

Pemanfaatan teknologi dilakukan untuk menjawab tantangan industri kelapa sawit salah satunya dari kebijakan moratorium perkebunan kelapa sawit yang mewajibkan perusahaan perkebunan kelapa sawit melakukan pekerjaan yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kinerja perseroan secara terukur, tepat, cepat dan akurat.

Seperti dilansir Antara, sistem DFarming memfasilitasi manajemen sebagai upaya pengembangan sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.

Data yang ada dalam setiap kegiatan operasional menjadi dasar bagi manajemen untuk terus mengembangkan model sistem kerja operasional yang lebih produktif, efektif dan efisien serta sesuai dengan perkembangan zaman.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN