Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu sudut Terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Salah satu sudut Terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Puncak Arus Balik, Bandara AP II Pastikan Kesiapan Personel dan Fasilitas

Minggu, 3 Januari 2021 | 17:24 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memprediksi Minggu (3/1/2021) menjadi puncak arus balik angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 di bandara kelolaan. Adapun jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan sekitar 80.000 orang dengan 850 penerbangan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyampaikan, pihaknya memastikan seluruh personel dan fasilitas di bandara siap melayani penumpang pada puncak arus balik.

“Kesiapan termasuk di Airport Health Center yang merupakan fasilitas bagi calon penumpang pesawat yang ingin melakukan tes Covid-19 di bandara,” jelas Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi (3/1/2021).

Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menunjukan data penerbangan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait prosedur yang harus dipenuhi penumpang pesawat yang akan terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.
Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Muhammad Awaluddin menambahkan, AP II sudah memastikan bahwa ketersediaan alat tes Covid-19 khususnya rapid test antigen mencukupi. Prosedur di Airport Health Center juga dipastikan sesuai standar serta protokol kesehatan diterapkan dengan baik di seluruh kawasan bandara.

Muhammad Awaluddin mengatakan, lalu lintas penerbangan di seluruh bandara di bawah AP II dipantau secara real time guna secara cepat melakukan antisipasi di lapangan.

“Posko Natal dan Tahun Baru 2020/2021 sebagai wadah koordinasi stakeholder di bandara bertugas untuk memantau lalu lintas penerbangan dan penerapan protokol kesehatan di bandara-bandara,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun bandara AP II yang paling sibuk dalam menyambut kedatangan penumpang pesawat pada puncak arus balik adalah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan, guna memperlancar proses kedatangan pada puncak arus balik ini, diimbau bagi penumpang pesawat agar menginstall dan mengisi formulir aplikasi eHAC di bandara kebarangkatan.

“Pada puncak arus balik ini diperkirakan Bandara Soekarno-Hatta melayani 80.000 orang penumpang pesawat. Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses keberangkatan dan kedatangan berjalan lancar misalnya dengan mengkoordinasikan lokasi parkir pesawat, aktivitas pihak ground handling, alur kedatangan penumpang termasuk terkait pemeriksaan eHAC. Penumpang diimbau mengisi formulir eHAC di bandara keberangkatan," ucap Agus.

Di tengah periode angkutan Nataru 2020/2021, Bandara Soekarno-Hatta juga menerapkan peraturan dari Satgas Penanganan Covid-19 yang tertera di dalam addendum Surat Edaran 03/2020 dan Surat Edaran 04/2020.

Berdasarkan SE Nomor 04/2020, setiap Warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang tiba di Indonesia pada 28 – 31 Desember 2020 diwajibkan melakukan karantina selama lima hari di lokasi yang ditetapkan.

Kemudian, pada 1 – 14 Januari 2021 berlaku penutupan masuknya WNA dari seluruh negara ke Indonesia, kecuali bagi WNA yang memenuhi kriteria pengecualian sesuai tercantum di dalam SE Nomor 04/2020, yakni pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas; pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; pemegang KITAS dan KITAP. Bagi WNA yang masuk dalam pengecualian dan diperbolehkan masuk ke Indonesia dilakukan juga karantina selama lima hari.

Sementara itu, bagi WNI yang pulang ke tanah air pada periode 28 Desember 2020 hingga 14 Januari 2021 juga harus melakukan karantina lima hari setelah tiba di Indonesia.

Dengan demikian, pelaksanaan karantina ini masih berlaku hingga 14 Januari 2021 bagi WNI yang pulang ke Tanah Air dan juga bagi WNA yang dikecualikan dari penutupan masuk ke Indonesia.

Kepala Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas M.A Silaban (TNI AU) mengatakan, stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan peraturan terkait karantina ini.

“Penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta saat ini mayoritas hingga 90-95% adalah WNI yang pulang ke tanah air, sementara WNA hanya sebagian kecil saja. WNI diperbolehkan masuk ke Indonesia, sedangkan WNA yang diperbolehkan masuk hanya yang memenuhi pengecualian sesuai SE 04/2020. Ini berlaku hingga 14 Januari 2021,” ujar Kolonel Pas MA Silaban.

Pada periode angkutan Nataru dari 18 Desember 2020 – 2 Januari 2021 (H-7 sampai H+1), pergerakan pesawat di seluruh bandara AP II tercatat 22.111 pergerakan. Sementara itu, pergerakan penumpang pesawat mencapai sekitar 1,75 juta orang.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta pada H-7 sampai H+1 jumlah pergerakan pesawat sebanyak 12.590 pergerakan dan pergerakan penumpang sekitar 1,02 juta orang.

Muhammad Awaluddin menuturkan, secara umum pelaksanaan angkutan Nataru 2020/2021 berjalan lancar di bandara-bandara AP II.

“Kami terus memantau perkembangan terkini dan melakukan sejumlah antisipasi serta perbaikan untuk mendukung berjalannya penerbangan dengan baik,” ujar Muhammad Awaluddin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN