Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (depan dua kiri), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga (depan kiri tiga) beserta sejumlah peserta saat pembukaan Plenary Meeting Kedua G20 Empower di Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (depan dua kiri), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga (depan kiri tiga) beserta sejumlah peserta saat pembukaan Plenary Meeting Kedua G20 Empower di Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

Punya Nilai Lebih, G20 Empower Dorong Jumlah Kepemimpinan Perempuan Lebih Banyak

Rabu, 18 Mei 2022 | 21:52 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

YOGYAKARTA, investor.id – Group of Twenty (G20) Empower Presidensi Indonesia 2022 mendorong jumlah kepemimpinan perempuan di sektor swasta dan pemerintah lebih besar. Agenda tersebut dinilai stakeholder bukan hal yang sulit apalagi di masa kini.

Co-Chair of W20 Indonesia 2022 dan advokat G20 Empower Dian Siswarini mengatakan, pemberdayaan perempuan bukan hanya soal akses atau privilege, tapi mempunyai dampak bisnis positif yang bisa nampak dari return of investment (ROI) alias nyata.

“Dari berbagai macam penelitian bahwa jika organisasi punya representasi perempuan banyak biasanya secara return lebih baik. Jadi, kita bukan ingin punya lebih banyak perempuan, tapi supaya kemakmuran perempuan itu meningkat,” ujarnya di sela-sela Plenary Meeting ke-2 G20 Empower dengan tema "Rebuilding Women's Productivity Post Pandemic" di Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

Dian yang menjabat sebagai President Director & CEO PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengatakan, saat ini jumlah perempuan di level manajerial yang terdiri dari supervisor, group head, hingga tingkat direktur perusahaan besutannya itu telah mencapai 30%. Sementara, secara porsi totalnya dari karyawan sudah mencapai 40%. “Kami sendiri punya enam direktur di mana dua dari enam adalah perempuan,” sebutnya.

Baca juga: Peran Perempuan di UMKM Amat Mendesak Dalam Masa Pasca Pandemi

Perempuan, sambungnya memiliki begitu banyak nilai plus dalam bekerja. Misalnya saja, saat merekrut karyawan untuk posisi project manager, Dian lebih mengutamakan perempuan. Berdasarkan pengalamannya, perempuan akan lebih detail saat harus menangani proyek yang sarat ketelitian. “Kita cari kandidat berdasarkan profil yang cocok, bukan hanya penuhi kuota. Perempuan lebih detailing. Kita berdasarkan pengalaman, sales untuk B2B, B2C lebih jago perempuan. Software developer perempuan juga bukan hanya kreatif tapi cermat,” ungkap Dian.

Pada acara yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menargetkan pemimpin perempuan di BUMN harus tercapai sebesar 25% pada akhir 2023. Ia yakin target tersebut bisa tercapai bahkan mungkin bisa lebih cepat. 

"Komitmen kami di BUMN tercermin dari beberapa affirmative action, salah satunya dengan membuat target 15% kepemimpinan perempuan di BUMN pada tahun 2021 lalu. Alhamdulillah target ini sudah tercapai. Kedepannya kami meningkatkan target 25% kepemimpinan perempuan pada tahun 2023," kata Erick.

Hal itu sejalan dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 49,5% adalah perempuan. Apalagi, dalam hal kontribusi terhadap perekonomian, perempuan Indonesia mampu memasuki hampir seluruh mata rantai usaha.Meski begitu masih terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh perempuan Indonesia, yang hendak berkiprah di dunia bisnis maupun profesional. Mulai dari isu gender, kurangnya representasi perempuan di level strategis maupun lainnya, ketimpangan akses terhadap teknologi, kekerasan dan diskriminasi yang berbasis gender.

Baca juga: Presidensi G20-B20 Momen Tingkatkan Kolaborasi Korporasi dengan UMKM

Oleh karena itu sejak awal masa kepemimpinannya di Kementerian BUMN, dirinya memberikan perhatian khusus dalam memberikan rasa nyaman, dan membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi perempuan di BUMN, termasuk mengupayakan lingkungan kerja yang bebas diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender.

Lebih lanjut, agar perusahaan dapat berjalan secara berkelanjutan, dirinya mendukung terbentuknya Srikandi BUMN sebagai komunitas yang siap berkarya dan memajukan BUMN. Di mana, saat ini Srikandi BUMN sudah banyak output yang dihasilkan, diantaranya komitmen mewujudkan zero harassment di tempat kerja, peningkatan kejelasan investasi, pengelolaan keuangan, hingga kepemimpinan perempuan itu sendiri.

"Tentu harapan saya, Srikandi BUMN dapat terus ber-progress, seiring upaya transformasi human capital BUMN yang bebas termasuk penyegaran struktur kepemimpinan, menggeser pola pikir yang patriarki, penerapan core value AKHLAK, perbaikan budaya kerja, hingga pencapaian target kinerja dan kepemimpinan perempuan," ujar Erick.

 

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN