Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengendali banjir dibangun untuk mengurangi risiko bencana banjir di bagian hilir Tukad Unda sebagai salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

Pengendali banjir dibangun untuk mengurangi risiko bencana banjir di bagian hilir Tukad Unda sebagai salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

Antisipasi Bencana

PUPR Bangun Infrastruktur Pengendali Banjir di DAS Bali

Senin, 14 Juni 2021 | 21:24 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun prasarana pengendali banjir di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu Tukad Unda Klungkung, Tukad Badung, dan Tukad Ayung di Denpasar, Bali.

Program penataan dan normalisasi sungai tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko bencana banjir di tiga DAS besar yang menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

"Rencana pekerjaan utama yang dilakukan terdiri dari pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah, Cek Dam Tukad Yeh Sah, Tanggul Tukad Unda, Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty," kata Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Maryadi Utama dalam keterangan resminya, Senin (14/6).

Maryadi menyampaikan perlunya sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk mengendalikan banjir aliran lahar dingin Gunung Agung yang sering terjadi di DAS Tukad Unda.

Menurut Maryadi, pembangunan prasarana pengendali banjir dikerjakan oleh PT Nindya Karya-PT Bina Nusa Lestari (KSO) senilai Rp 234 miliar, dengan Konsultan Supervisi PT Catur Bina Guna Persada KSO, PT Multimera Harapan, dan PT Laras Sembada senilai Rp 6,5 miliar.

Pembangunan dimulai sejak 28 Agustus 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2022 melalui sistem kontrak tahun jamak.

Selain di Tukad Unda, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Bali - Penida juga sedang membangun sarana pengendali banjir di sepanjang Tukad Badung, tepatnya di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.

Tingginya curah hujan di bagian hulu telah menyebabkan longsor di beberapa tebing di sepanjang Tukad Badung. Salah satunya terletak di SD 6 Ubung, di mana kondisinya sangat membahayakan keberadaan gedung dan siswa sekolah.

Penanganan teknis pun dilakukan dengan memperkuat tebing sungai melalui struktur beton bertulang sepanjang 56 meter (m) dengan tinggi 15,3 meter (m) dan pasangan batu kali dengan struktur frame beton sepanjang 144 m, serta pekerjaan groundsill dengan lebar 9,12 m.

Pembangunan penanganan itu dikerjakan kontraktor PT Bangun Mulya Tan Abadi senilai kontrak Rp 3,1 miliar dengan progres terkini mencapai 34,59%.

Sementara di Kota Denpasar, Kementerian PUPR juga tengah membangun prasarana pengendali banjir di Tukad Ayung yang merupakan sungai di wilayah Kota Denpasar di Provinsi Bali.

Banjir yang terjadi hampir setiap tahun di Denpasar menyebabkan tebing rusak, sehingga perlu mendapat penanganan segera untuk menghindari kerusakan Tanggul yang meluas yang berujung melimpasnya aliran banjir ke pemukiman penduduk maupun daerah pertanian.

Untuk itu, penanganan teknis dilakukan dengan memperkuat tebing sungai melalui pasangan batu kali berstruktur frame beton sepanjang 55 m setinggi 7,5 m dan pasangan batu kali dengan struktur frame beton sepanjang 55 m setinggi 5 m. Pembangunannya dikerjakan kontraktor PT Putra Mas Indah Baroe senilai Rp 2,8 miliar, dengan progres 45,24%.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN