Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PUPR telah merencanakan program pembangunan bendungan sejumlah 6 buah di NTT sejak 2014.

PUPR telah merencanakan program pembangunan bendungan sejumlah 6 buah di NTT sejak 2014.

PUPR Bangun Jaringan Irigasi Jamin Ketahanan Pangan di NTT

Selasa, 11 Mei 2021 | 16:23 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan dukungan ketahanan pangan dan ketersedian air secara nasional. Hal itu diwujudkan dengan pembangunan dan rehabilitasi irigasi serta pembangunan infrastruktur embung, sumur air tanah, dan bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan permasalahan ketahanan pangan di NTT masih tetap sama yaitu masalah air. “Saya sudah perintahkan Menteri PUPR untuk dilihat kemungkinan dibangun waduk atau bendungan kemudian tambahan untuk embung dan juga sumur bor," ucap Presiden Jokowi dalam pernyataan tulisnya.

Terkait hal itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dilakukan guna menunjang produktivitas dalam bidang pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu memulihkan perekonomian masyarakat terdampak Pandemi Covid-19.

“Pembangunan bendungan juga diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya. Makanya, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” tutur Menteri Basuki dalam pernyataan resminya, Selasa (11/5).

Berdasarkan data, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (DItjen) Sumber Daya Air (SDA) di NTT pada TA 2021 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24,76 miliar untuk membangun Daerah Irigasi Baing (Tahap II) seluas 100 hektar.

Ini merupakan pembangunan lanjutan jaringan irigasi dalam mendukung program food estate di NTT yang pada TA 2020 telah membangun 4 Daerah Irigasi (DI) dengan anggaran sebesar Rp 82,28 miliar, yakni DI Kodi seluas 700 hektar, DI Baing (Tahap I) seluas 14 hektar, DI Wae Laku dan Wae Dingin seluas 125 hektar, dan DI Raknamo seluas 250 hektar.

Bukan hanya membangun jaringan irigasi baru, Kementerian PUPR juga melanjutkan rehabilitasi irigasi pada 8 DI dengan nilai anggaran Rp 119,5 miliar yang meliputi DI Nggorang, DI Lembor, DI Netemnanu, DI Tilong, DI Satarbeleng, DI Wae Dingin, DI Mbay Kanan, dan DI Nebe.

Guna mempercepat aliran air ke persawahan sebagai jaringan irigasi, Kementerian PUPR bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun prasarana air baku dengan pompa hidram dan jaringanya sebanyak 89 titik . Hingga saat ini sudah ada 49 embung dengan air baku sebesar 202 l/detik dan 478 sumur air tanah dengan air baku sebesar 716 l/detik yang berpotensi melayani jaringan irigasi ke lahan pertanian seluas 12,864 ribu hektar.

Sejak 2014, Kementerian PUPR telah merencanakan program pembangunan bendungan sejumlah 6 buah di NTT sebagai suplai air kontinu untuk irigasi dan penyediaan air baku. Saat ini tiga bendungan telah selesai dan beroperasi di antaranya Bendungan Raknamo dengan kapasitas tampung air sebesar 14,09 juta m3, Bendungan Rotilot dengan kapasitas tampung air sebesar 2,90 juta m3, dan Bendungan Napungete dengan kapasitas tampung air sebesar 11,22 juta m3.

Sedangkan tiga bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan selesai semua pada 2024. Bendungan-bendungan tersebut yakni Bendungan Temef di kabupaten Timor Tengah Selatan, Bendungan Manikin di kabupaten Kupang, dan Bendungan Mbay di kabupaten Nagekeo.

Selain penyediaan air baku dan pengirigasian guna mendukung program food estate pemerintah, seluruh bendungan tersebut juga berpotensi mereduksi banjir di NTT sebesar ± 1,915 meter kubik per detiknya serta penggerak untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menghasilkan daya sebesar 2,575 megawatt.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN