Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ppengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan karena untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

Ppengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan karena untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

PUPR Bangun Sejumlah Infrastruktur Kerakyatan di Jawa Barat

Minggu, 20 September 2020 | 15:01 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Provinsi Jawa Barat berpotensi besar di sektor pertanian. Beberapa infrastruktur kerakyatan diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Infrastruktur kerakyatan yang dimaksud berupa peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi untuk mendukung produktivitas masyarakat perdesaan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan karena untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

"PUPR sudah membangun banyak bendungan di berbagai daerah. Diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian," kata Basuki dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, Minggu (20/9).

Beberapa infrastruktur rampung
Di Jawa Barat, PUPR telah merampungkan beberapa infrastruktur kerakyatan seperti pembangunan saluran irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Margahayu Kabupaten Tasikmalaya.

Pembangunan infrastruktur yang menelan anggaran 225 juta ini dikerjakan petani atau penduduk setempat melalui metode Swakelola - Pola Pemberdayaan – Partisipatif – Padat Karya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran akibat Pandemi Covid-19.

Anggaran pembangunan fisik sebesar 87% atau Rp 195 juta sedangkan pendampingan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 13% atau Rp 30 juta.

Ppengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan karena untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.
Ppengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan karena untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

Selain P3TGAI, PUPR juga telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasar melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis seperti pembangunan jalan lingkungan yang berperan sebagai penunjang produksi pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri.  

Termasuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Lamping yang menghubungkan Desa Maruyung dan Desa Mekarjaya di Kecamatan Pacet. Jembatan yang didesain dengan tipe simetris sepanjang 120 meter dan mampu menahan beban 40 orang ini rampung Maret 2020 lalu.

Kini jembatan telah mempermudah dan memperpendek akses masyarakat setempat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga.

Bukan hanya itu, jembatan tersebut juga menjadi akses penghubung antardesa. Sehingga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal salah satunya sebagai objek wisata. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN