Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Site plan Rumah Berbasis Komunitas Kota Prabumulih. (ist)

Site plan Rumah Berbasis Komunitas Kota Prabumulih. (ist)

PUPR Bantu 223 Petugas Kebersihan Prabumulih Mendapatkan Rumah

Imam Mudzakir, Kamis, 27 Februari 2020 | 15:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pelaksanaan program pembangunan perumahan berbasis komunitas untuk masyarakat. Kali ini, sebanyak 223 orang yang tergabung dalam komunitas petugas kebersihan di Kota Prabumulih mendapatkan bantuan program perumahan dari Kementerian PUPR.

“Kami akan terus mendorong pembangunan perumahan bagi masyarakat yang tergabung dalam komunitas diberbagai daerah di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam sairan pers, saat melakukan groundbreaking Rumah Berbasis Komunitas Petugas Kebersihan Kota Prabumulih di Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (27/2/2020).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Walikota Prabumulih Ridho Yahya, Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Mochammad Yusuf Hariagung, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Provinsi Sumatera Selatan Abdul Darwis, dan Kepala Satker Penyediaan Perumahan Swadaya Sarju Bintarum.

Khalawi menjelaskan, pemerintah memerlukan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengatasi masalah perumahan khususnya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk itu, melalui program perumahan berbasis komunitas pemerintah ingin memberdayakan masyarakat agar dapat menghuni rumah yang layak.

Terkait dengan pelaksanaan groundbreaking perumahan berbasis komunitas untuk petugas kebersihan Kota Prabumulih, Khalawi menerangkan bahwa hal itu menjadi salah satu bagian dari Program Sejuta Rumah dan pilot project perumahan di Provinsi Sumatera Selatan.

“Program perumahan komunitas masyarakat merupakan wujud nyata perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk masyarakat. Ini harus didukung oleh semua pihak,” jelas dia.

PUPR juga mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih yang fokus pada program pembangunan perumahan bagi masyarakat. Berbagai kerjasama antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat tentinya menjadi salah satu solusi agar Indonesia bebas dari RTLH.

“Banyak bantuan perumahan yang ada di Kementerian PUPR seperti rumah susun, rumah swadaya, rumah khusus dan Fasilitasi Bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas. Tinggal usulkan saja kebutuhannya tapi Pemda juga harus ikut aktif dalam pendataan dan pengadaan lahan dan kemudahan perizinan,” terang dua.

Berdasarkan data site plan yang ada, kompleks perumahan komunitas petugas kebersihan tersebut terdiri atas 14 blok dengan jumlah unit rumah sebanyak 223 unit. Fasilitas umum yang akan tersedia di dalamnya antara lain taman penghijauan, masjid, sarana olahraga, tempat pengelolaan sampah terpadu dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), jalan lingkungan dan drainase, penyediaan jaringan air minum.

Sebanyak 223 unit tersebut dibangun di Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih. Pemkot Prabumulih sudah melakukan pendataan pemilik dan menyediakan fasilitas listrik, air bersih, jaringan gas, serta sertifikat lahan. Pembangunan rumah komunitas dilaksanakan di atas lahan seluas empat hektar. Spesifikasi rumah yang dibangunan adalah tipe 36 dengan ukuran 6 x 6 meter serta luas tanah 10 x 12 meter.

“Untuk di Kota Prabumulih, kami akan membantu para petugas kebersihan yang belum memiliki rumah melalui pembangunan rumah baru dengan bantuan senilai Rp 35 juta per unit rumah. Selain itu, jalan lingkungannya juga akan kami bantu. Kami harap program seperti ini bisa ditiru oleh daerah lainnya,” tandas dia.

 

Program Baznas

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan, pihaknya juga memiliki program bantuan bagi masyarakat kurang mampu melalui Baznas. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Prabumulih sejak tahun 2014 meminta agar para pegawainya menyisihkan sebagian dari gajinya mulai Rp 10.000 hingga Rp 100.000 tergantung dari jumlah penghasilannya untuk dikumpulkan guna membangun rumah masyarakat kurang mampu.

“Dari uang yang dikumpulkan tersebut kami bisa membangun sebanyak 10 unit rumah untuk masyarakat per bulan. Hingga kini ribuan rumah masyarakat telah kami bangun melalui program Baznas,” kata dia.

Selain rumah untuk komunitas untuk petugas kebersihan, katanya, pemerintah Kota Prabumulih juga telah menyiapkan rencana lahan untuk sejumlah komunitas lainnya yakni komunitas pemulung sebanyak 60 unit dan tukang becak sebanyak 65 unit. “Kami harap pemerintah bisa membantu merealisasikan kebutuhan rumah untuk komunitas di Prabumulih ini,” harap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN