Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alat berat lemakukan pengaspalan dengan bahan baku karet. Foto: PUPR

Alat berat lemakukan pengaspalan dengan bahan baku karet. Foto: PUPR

PUPR Beli Karet Rp 120 Miliar dari Petani untuk Campuran Aspal

Kamis, 17 September 2020 | 14:13 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini menambah anggaran Rp 20 miliar menjadi Rp 120 miliar untuk membeli karet dari para petani di berbagai daerah. Karet yang dibeli dari petani digunakan untuk bahan campuran aspal.

Dirjen Bina Marga, Hedy Rahadian mengungkapkan, anggaran Rp 120 miliar akan digunakan untuk membeli  11.338 ton karet,  masing-masing  dari Sumatera sebanyak 8.450,87 ton (Rp 86,4 miliar) dan Kalimantan 2.886,85 ton (Rp 33,6 miliar).

Selain itu, pada tahun anggaran 2021, Ditjen Bina Marga menyiapkan anggaran Rp 900 miliar untuk pembelian produk dalam negeri, salah satunya pembelian karet.

"Tahun depan, Bina Marga membagi anggarannya melalui empat program, yaitu padat karya revitalisasi drainase sebesar Rp 1,5 triliun, tanggap darurat Rp 12 miliar, pembelian produk dalam negeri Rp 900 miliar, dan konektivitas serta peningkatan kinerja pelayanan sebesar Rp 8,07 triliun," kata Hedy Rahadian dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (14/9).

Dia menjelaskan, pembelian karet untuk bahan campuran  aspal dilakukan Balai/Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR di sejumlah daerah penghasil karet, seperti Medan, Palembang, Jambi, Padang, Lampung, Banjarmasin, Pontianak, dan Balikpapan.

“Pembeliannya melalui petani yang tergabung dalam kelompok petani UPPB atau unit pengolahan dan pemasaran bokar (bahan olah karet),” tutur dia.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sebelumnya menegaskan, karet untuk bahan campuran  aspal akan dibeli langsung dari petani, bukan melalui pengepul. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut koordinasi antara Kementerian PUPR dan Kemenko Perekonomian menyusul jatuhnya harga karet hingga level Rp 7.000 per kg.

"Jadi, kami membeli karet melalui koperasi di desa, bukan pengepul. Kami membeli karet rakyat langsung dari petaninya, by name by adress, langsung menimbang langsung dibayar," tandas Basuki, beberapa waktu lalu.

Sudah Digunakan

Berdasarkan data Kementerian PUPR, penyerapan anggaran pembelian karet sampai 13 September 2020 mencapai 36,91% atau Rp 44,29 miliar. Tahun depan, pembelian karet sebagai bahan campuran aspal dilanjutkan dengan tambahan anggaran menjadi Rp 130 miliar.

Kementerian PUPR menyebutkan, penggunaan aspal karet untuk preservasi jalan sudah dilakukan di beberapa lokasi jalan nasional, seperti di ruas Ciawi-Sukabumi, Batas Karawang-Cikampek, Lintas Tengah Jawa ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara, serta ruas Muara Beliti-Batas Kabupaten Musi Rawas-Tebing Tinggi-Batas Kota Lahat.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN