Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PUPR berikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) salahsatunyaprogram Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

PUPR berikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) salahsatunyaprogram Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

PUPR Komitmen Bantu MBR Memiliki Hunian Layak

Imam Mudzakir, Senin, 17 Februari 2020 | 18:38 WIB

JAKARTA, investor.id - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat serta mengurangi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) salahsatunyaprogram Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, program BSPS ini bersifat sebagai stimulan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini membutuhkan dukungan keswadayaan dari penerima bantuan, pelaksanaan bedah rumah melalui program BSPS yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR diyakini dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk bergotong royong membangun rumah yang layak huni.

“Pemasangan peneng program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sebagai komitmen pemerintah untuk rumah bagi masyarakat kecil. Bahkan penyaluran program BSPS di Kalimantan barat capai 1.592 unit rumah,” ungkap Khalawi, dalam siaran pers, Senin (17/2).

Bedah rumah tersebut tersebar di 12 kecamatan yakni Sintang (180 unit), Sungai tebelian (140 unit), Ambalau (339),Kayan Hilir (195 unit), Kelam permai (137 unit) Ketungau hulu (40 unit) Ketungau tengah (40 unit) Tempunak (72 unit) Sepauk (114 unit) Serawai (128 unit), Dedai (132 unit) Kayan hulu (75 unit).

BSPS yang diberikan kepada masyarakat mempunyai 2 kategori yaitu Peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) senilai Rp. 17,5 juta diberikan dalam bentuk bahan material bangunan Rp 15 juta dan upah tukang senilai Rp 2,5 juta dan Peningkatan Kualitas Rumah Baru (PBRS) senilai Rp 35 juta berupa bahan material sebesar Rp.30 juta dan upah tukang sebesar Rp 5 juta.

Pemasangan peneng dilakukan oleh Erizal aja Subdit Penyediaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan secara simbolis ke 3 unit rumah di Laman Raya, Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

“Kami turut senang, masyarakat di sini bergotong royong untuk ikut mendukung program BSPS sebagai stimulan pembangunan rumah tidak layak huni, mereka juga pasti senang rumahnya bersih sehingga dalam keseharian mereka bisa hidup lebih sehat,” ujar Erizal.

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2018, BSPS atau bedah rumah adalah bantuan pemerintah bagi MBR untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah, beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno sambut positif komitmen Kementerian PUPR memberikan bantuan bedah rumah bagi masyarakatnya yang kurang mampu.

“Kami berterimakasih kepada Kementerian PUPR untuk program Rumah layak huni terasa betul manfaatnya oleh ratusan kepala keluarga di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan Ibu Lamane, petani dengan 12 orang anak, dahulu tinggal dirumah papan dan berlantai tanah “Sekarang saya sangat bahagia, atap tidak bocor, lantai sudah di semen, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan, rumah saya bagus dan nyaman,” katanya.

Khalawi menambahkan, pemerintah juga berharap sektor swasta juga bisa ikut berpartisipasi dalam Program Bedah Rumah melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terkait penanganan rumah tidak layak huni dan Pemda juga bisa mengirimkan data RTLH-nya ke Kementerian PUPR.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN