Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid

PUPR Launching Aplikasi Pemantauan Bedah Rumah e– BSPS

Imam Mudzakir, Sabtu, 8 Februari 2020 | 12:18 WIB

JAKARTA, investor.id  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan aplikasi e-BSPS guna pemantauan pelaksanaan bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di seluruh Indonesia. Adanya aplikasi e-BSPS yang ada di playstore tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mempermudah pemantauan serta meminimalisir dokumen verifikasi penyaluran bantuan bedah rumah untuk masyarakat.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan,  e-BSPS sangat diperlukan Kementerian PUPR guna mengantisipasi sebaran lokasi yang begitu luas.

“e–BSPS ini merupakan bagian dari digitalisasi dokumen Program BSPS.Jadi selama ini verifikasi dilakukan verifikasi secara manual dan dokumentasi dan berkas administrasi dalam satu tahun itu bisa satu ruangan,” kata Khalawi, dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (8/2).

Khalawi menambahkan, pada tahun 2020 Kementerian PUPR juga telah mengalokasikan anggran untuk program BSPS atau bedah rumah sebesar Rp 4,357 triliun. Anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaat untuk meningkatkan kualitas serta mendorong pembangunan rumah baru untuk masyarakat yang rumahnya tidak layak huni sebanyak 178.750 unit.

Sementara itu, Kasubdit Pelaksanaan Bantuan Stimulan Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur menyatakan, pihaknya telah melakukan percobaan dalam waktu tiga bulan. Saat ini aplikasi tersebut sudah ada di playstrore dan bisa di download.

Semua fasilitator program BSPS, imbuhnya,  nantinya akan memanfaatkan aplikasi ini. Jadi mereka harus daftar user id dan password-nya guna verifikasi terlebih dahulu. Jadi semua aktivitas selama ini yang dilakukan secara manual akan menjadi digital menggunakan handphone android. Untuk IOS Iphone belum bisa. Jadi fasilitator melakukan verifikasi dengan android semua.

“Selama ini fasilitator mengambil foto KTP di wawancara calon penerima bantuan, di foto Kartu Keluarganya kemudian dimasukkan ke excel. Sekarang itu semua ada di genggaman tangan.  Data yang dikirimkan akan disampaikan ke Korfas dan KM Prov itulah yang divalidasi. Apakah itu benar atau tidak hasilnya. Dan itu juga akan diawasi selalu oleh Tim Teknis di Kabupaten / kota,” terangnya.

Dalam pengembangan aplikasi ini, imbuh Fitrah, Kementerian PUPR telah melakukan uji coba di sembilan kabupaten Kota tahun 2019 lalu. Dari uji coba tersebut hasilnya dari beberapa fasilitator awal mula mereka uji coba dimulai dari 49 menit 34 menit sampai ke 18 menit untuk satu rumah. Yang selama ini mereka melakukannya untuk satu rumah bisa memakan waktu 30 menit sampai satu jam.

“Kami lakukan di Makassar dua kali, Serang, Yogyakarta, Banten dan ada juga di Jawa Tengah. Sekarang rata-rata setiap fasilitator untuk melakukan verifikasi dalam satu rumah adalah sekitar 15 menit. Dan data itu tidak akan hilang karena itu masuk dalam server yang ada di kantor,” tandasnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, beberapa menu yang ada di dalam aplikasi antara lain dashboard, penilaian rumah tidak layak huni serta beberapa hal lain terkait kegiatan bedah rumah.  Adanya aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan secara offline. “Jadi fasilitator yang  bertugas di daerah yang tidak ada signal tetap bisa di pakai sampai ada signal lalu dimasukkan ke server,” terangnya.

Para fasilitator ke depan tidak hanya melakukan dokumentasi progres pembangunan rumah mulai nol persen, 30% dan 100 %. Tapi sekarang karena sudah ada masukan mengenai masalah kontstruksi yang sudah sampai di Bappenas maka pihaknya juga menambahkan check list konstruksi yang  secara sederhana ada panduan nya di aplikasi tersebut.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN