Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek infrastruktur Kementerian PUPR

Proyek infrastruktur Kementerian PUPR

PUPR Mulai Lelang 501 Paket Senilai Rp 3,14 Triliun

Kamis, 8 Oktober 2020 | 09:26 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melelang proyek infrastruktur Tahun Anggaran (TA) 2021 pada Oktober 2020. Total 501 paket senilai Rp 3,14 triliun dilelang lebih dini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pelelangan dini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelanjaan anggaran pembangunan infrastruktur. Karena dengan begitu, pekerjaan dapat dimulai lebih awal.

Kepercayaan masyarakat terhadap pembelanjaan uang negara melalui berbagai pembangunan proyek infrastruktur juga perlu dijaga. Untuk itu, kualitas konstruksi akan selalu menjadi perhatian utama.

"Kontraktor atau penyedia jasa yang berkualitas dengan sendirinya akan banyak dicari pengguna jasa," kata Basuki dalam keterangannya yang diterima Investor Daily, Kamis (8/10).

Proyek infrastruktur Kementerian PUPR
Proyek infrastruktur Kementerian PUPR

Pelelangan dini dimulai Oktober 2020 dengan total 501 paket senilai Rp 3,14 triliun yang terekam dalam sistem e-monitoring pada status 7 Oktober 2020, pukul 14.00 WIB. Seiring berjalannya waktu, jumlah paket tersebut akan terus bertambah.

Berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 yang disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp 149,81 triliun. Pembangunan infrastruktur sumber daya air dialokasikan sebesar Rp 58,55 triliun, konektivitas sebesar Rp 53,96 triliun, permukiman sebesar Rp 26,56 triliun, dan perumahan sebesar Rp 8,09 triliun.

Proyek infrastruktur Kementerian PUPR
Proyek infrastruktur Kementerian PUPR

Kemudian, pengembangan sumber daya manusia dialokasikan sebesar Rp 563,79 miliar, pembinaan konstruksi sebesar Rp 757,68 miliar, pembiayaan infrastruktur sebesar  Rp 273,68 miliar, dukungan manajemen sebesar Rp 748,20 miliar, pengawasan sebesar Rp 101,74 miliar, dan perencanaan infrastruktur sebesar Rp 206,18 miliar.

Dari total pagu anggaran tersebut, rencana pelaksanaan tender yang terekam di sistem e-monitoring status 7 Oktober 2020, diketahui infrastruktur bidang sumber daya air sebanyak 321 paket senilai Rp 1,9 triliun, infrastruktur konektivitas 50 paket senilai Rp 156,5 miliar, infrastruktur permukiman 45 paket senilai Rp 566,6 miliar, dan  Perumahan 85 paket senilai Rp 512 miliar.

Proyek infrastruktur Kementerian PUPR
Proyek infrastruktur Kementerian PUPR

Kontrak paket pekerjaan berasal dari seluruh unit organisasi Kementerian PUPR yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Basuki pun berharap, proses pelelangan  dapat dilakukan dengan memanfaatkan peran teknologi informasi, menyederhanakan regulasi, meningkatkan penggunaan Produk Dalam Negeri (TKDN), meningkatkan peran UMKM, dan mengoptimalisasi pengawasan untuk menindak tegas pelanggaran dan praktik KKN. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN