Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu keluarga yang menerima program bedah rumah

Salah satu keluarga yang menerima program bedah rumah

PUPR  Bedah 110 Unit Rumah Tak Layak Huni di Banten

Jumat, 12 November 2021 | 21:47 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, berikan bantuan program  Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 110 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Pandeglang Banten.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menerangkan, Program BSPS pada dasarnya merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rumah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS tersebut mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni.

“Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa tinggal di rumah yang layak huni. Program BSPS juga kami laksanakan  bersama Pemda dan masyarakat juga didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS,” kata Khalawi, dalam siaran pers, Jumat (12/11/2021).

Khalawi mengatakan, bantuan program BSPS di Pandeglang ini berjumlah 110 unit dan tersebar di beberapa lokasi antara lain Kecamatan Sukaresmi 10 unit, Sobang 20 unit,  Saketi 50 unit, Karangtanjung 15 unit dan Cadasari 15 unit.  Setiap unit rumah penerima Program BSPS mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk bahan material bangunan senilai Rp 17,5 juta dan upah tukang Rp 2,5 juta.

Salah seorang penerima bantuan Program BSPS di Kabupaten Pandeglang, Sariyah  mengaku sangat terbantu dengan program perumahan tersebut. Rumah tempat tinggalnya yang sebelumnya kondisinya tidak layak kini telah berubah menjadi rumah yang layak huni.

“Kami harap pemerintah bisa melanjutkan Program BSPS ini. Sebab manfaatnya sangat kami rasakan dan rumah tempat tinggal kami kini lebih layak huni,” ujarnya.

Sariyah yang kini tinggal bersama cucunya di Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Banten sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang pijit. Penghasilannya pun tak menentu apalagi di masa pandemi saat ini bahkan dirinya sering tidak memiliki penghasilan sama sekali. Rumah yang ditempati juga termasuk dalam kategori tidak layak huni sehingga perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Dulu rumah saya kondisinya benar-benar nggak layak atau bisa dibilang rombeng. Dindingnya cuma dari bambu, lantai seadanya dan atapnya genteng biasa dan sering bocor. Tapi berkat Program BSPS kini rumah saya jadi bagus dan layak,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sarkem (60) bersama suaminya R Bana (77) warga Kampung Bojen Pasar, Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Mereka yang kini sudah berusia lanjut juga merasa bersyukur bisa mendapatkan Program BSPS dari pemerintah.

"Kami berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR karena ada Program BSPS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kalau bisa ya tahun depan Program ini bisa dilanjutkan lagi karena banyak tetangga saya yang juga butuh bantuan ini karena rumahnya banyak yang nggak layak,” ujarnya.

Kepala Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Banten. H Ade Sutisna menyatakan, berdasarkan data yang dimiliki masih banyak warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak.

“Kami sudah mengusulkan ke Pemda agar warga desa ini bisa menerima bantuan Program BSPS lebih banyak lagi tahun depan. Tahun ini hanya ada 10 KK yang menerima Program BSPS. Jadi kami harap Program ini bisa berlanjut karena memang sangat dibutuhkan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Pandeglang, Sukardi menyatakan, pihaknya selalu mendorong agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak huni. Untuk membangun rumah warga yang mendapat Program BSPS, pihaknya juga mengajak warga agar bergotong royong yakni warga yang mampu membantu warga yang kurang mampu.

“Warga kami banyak yang menjadi petani, pedagang dan buruh. Jadi di masa pandemi ini mereka merasa bantuan Program BSPS sangat membantu mereka secara perekonomian maupun kesehatan,” terangnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN