Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

PUPR Percepat Pembangunan Tempat Karantina di Pulau Galang

Rabu, 25 Maret 2020 | 21:28 WIB

JAKARTA, investor.id - Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular  korona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dipercepat. Akhir Maret fasilitas tersebut ditargetkan selesai.

"Secara keseluruhan progres konstruksi sudah 78% dan optimistis selesai pada 28 Maret 2020. Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1600 orang," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi, Rabu (25/3).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

"Tidak hanya bangunan untuk observasi dan karantina (termasuk isolasi), tetapi juga fasilitas pendukungnya seperti rumah dokter atau perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,” kata Basuki dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily.

Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR
Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

Basuki menegaskan agar kontraktor dapat memenuhi target waktu yang direncanakan, yakni 28 Maret 2020. Dengan selalu memerhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja terkait wabah Covid -19, terutama dalam menjaga kebersihan dan jarak aman berkomunikasi.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR
Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 80%, mess petugas 80%, dan mess dokter 80%. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97%, gedung farmasi 97%, gedung gizi 97%, gedung laundry 97%, gudang 97%, dan power house 97%.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas. Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur.

Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, "Berbagai perlengkapan medis akan dikirim ke Pulau Galang mulai sore ini dengan pesawat Hercules TNI."

Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU.

Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR
Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU (20 bed) mencapai 71%, Gedung Observasi 1 (50 bed) sebesar 56%, Gedung Observasi 2 (50 bed) sebesar 59%, Gedung Observasi 3 (240 bed) sebesar 64%, dan penataan kawasan 70% . Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah rampung 100%.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi, dan observasi.

Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

Penyediaan air baku

Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR
Pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: PUPR

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 km bersumber dari Waduk Monggak Rempang yang memiliki debit 232 liter/detik dan tengah dipasang pompa air berkapasitas 5 liter/detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank. Progresnya telah mencapai 100%.

Selain itu juga dilakukan pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang dengan progres saat ini sudah rampung 100%.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly Akman, Direktur Operasi PT. Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Direktur Pengembangan Bisnis & Quality, Safety, Health & Environment PT. Waskita Karya Fery Hendriyanto, Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmadwidjaja, dan Kepala BPPW Provinsi Kepri Albert Reinaldo. (c-01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN