Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PUPR menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan jaringan perpipaan atau Jakarta Sewerage Development Project (JSDP)

PUPR menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan jaringan perpipaan atau Jakarta Sewerage Development Project (JSDP)

PUPR Siapkan Perencanaan Pengelolaan Air Limbah Domestik

Investor Daily, Senin, 24 Februari 2020 | 23:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan jaringan perpipaan atau Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) untuk meningkatkan akses sanitasi dan melindungi kualitas air dari pencemaran limbah domestik.

Permasalahan sanitasi khususnya air limbah domestik, salah satunya dapat diatasi dengan meningkatkan fasilitas sanitasi atau pengelolaan limbah yang memadai. Tujuannya, untuk mengurangi air limbah yang dapat mencemari lingkungan melalui mekanisme pengendalian dan pemantauan.

Melalui fasilitas sanitasi yang memadai dan melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang relevan, efluen pengolahan diharapkan dapat mencapai baku mutu yang dipersyaratkan, sehingga pencemaran lingkungan berkurang.

“Permasalahan sanitasi bukan semata hanya ketersediaan infrastruktur, namun juga bergantung pada pola perilaku hidup sehat dan kebersihan lingkungan. Persepsi masyarakat menjaga kesehatan lingkungan masih belum menjadi kebutuhan. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih terjadi di beberapa tempat tidak hanya di pedesaan tapi juga di perkotaan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

PALD Lampung, Bengkulu. Sumber: PUPR
PALD Lampung, Bengkulu. Sumber: PUPR

Di wilayah perkotaan seperti Jakarta yang memiliki jumlah dan kepadatan penduduk lebih tinggi dibanding wilayah perkotaan lainnya diperlukan rancangan SPALD yang lebih baik.

Guna mempercepat peningkatan pembangunan infrastruktur SPALD di Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2011 – 2012 telah di-Review Master Plan Pengelolaan Air Limbah DKI Jakarta. Hasilnya, ditetapkan 15 zona wilayah pembangunan di mana prioritas pembangunan pertamanya Zona 1 dan Zona 6 yang meliputi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Konstruksi IPALD Zona 1 direncanakan dibiayai APBN dan APBD Pemprov DKI serta bantuan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Nilai investasi pembangunan IPALD zona 1 sebesar Rp 11,382 triliun dengan komposisi Rp 9,324 triliun berasal dari Kementerian PUPR dan Rp 2,058 triliun berasal dari APBD DKI, termasuk untuk jaringan perpipaan dengan sistem interseptor.

Untuk pembangunan Zona 1, saat ini sedang berjalan paket perencana sebesar Rp 137 miliar. Konstruksi Zona 1 ditargetkan dimulai tahun 2021 dan selesai tahun 2026.

PUPR menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan jaringan perpipaan atau Jakarta Sewerage Development Project (JSDP)
PUPR menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan jaringan perpipaan atau Jakarta Sewerage Development Project (JSDP)

Pekerjaan di Zona 1 meliputi konstruksi stasiun pompa, IPALD, dan pelatihan operasional pemeliharaan selama 2 tahun setelah konstruksi IPALD selesai. Sedangkan pembangunan jaringan perpipaan meliputi trunk sewer, pipa lateral, fasilitasi interseptor, dan Sambungan Rumah untuk pilot area.

IPALD dan stasiun pompa Zona 1 akan dibangun di Kawasan Waduk Pluit di atas lahan seluas 3,9 hektar dengan kapasitas 240.000 m3/hari dan dapat melayani 989.389 jiwa atau 220.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di 8 kecamatan di Jakarta, yaitu Menteng, Tanah Abang, Gambir, Sawah Besar, Taman Sari, Tambora, Pademangan, dan Penjaringan seluas 4.901 hektar.

IPALD Zona 1 dirancang menggunakan proses A2O (anoxic, anaerobic dan oxic) yang dikombinasikan dengan system MBR (Membrane Bio Reactor).

Untuk Zona 6  akan dibangun IPALD di kawasan Duri Kosambi seluas 7,3 hektar dengan kapasitas 282.500 m3/hari menggunakan teknologi pengolahan A2O yang dikombinasikan dengan Integrated Fixbed Film Acivated Sludge (IFAS).

Target penerima manfaat sebanyak 180.800 jiwa atau 36.000 SR di 2 Kecamatan di Jakarta Pusat, yakni Gambir dan Tanah Abang, serta 8 kecamatan di Jakarta Barat yakni Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, Kalideres, Palmerah, Kembangan, dan Tambora; Kecamatan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan dan Kecamatan Penjaringan di Jakarta Utara.

Kebutuhan  biaya Pembangunan JSDP Zona 6 (Phase 1)  diperkirakan sebesar Rp 5,6 triliun dengan rincian Rp 4,75 triliun dari Kementerian PUPR dan Pinjaman Luar Negeri (PLN) serta Rp 0,93 triliun dari APBD DKI Jakarta.

Sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kesepakatan nota kesepahaman antara Jepang melalui  JICA dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan pada tanggal 11 Juli 2019. Saat ini progres kegiatan di  Zona 6 telah memasuki masa lelang paket konsultan perencanaan dan pengawasan. (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN