Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arus kendaraan roda dua dari arah Betun menuju Kupang dan sebaliknya di Jembatan Benanain, Kabupaten Malaka, NTT. Foto: KemenPUPR

Arus kendaraan roda dua dari arah Betun menuju Kupang dan sebaliknya di Jembatan Benanain, Kabupaten Malaka, NTT. Foto: KemenPUPR

PUPR Targetkan Perbaikan Jembatan Benanain NTT Tuntas 6 Bulan

Kamis, 22 April 2021 | 19:20 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, perbaikan permanen Jembatan Benanain di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rusak diterjang banjir awal April lalu, tuntas dalam enam bulan.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo usai meninjau lokasi perbaikan Jembatan Benanain didampingi Pejabat Bupati Malaka Viktor Manek dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB, Widiarto, Rabu (21/4).

"Untuk pelaksanaan pekerjaannya akan dibantu PT Wijaya Karya dengan metode pengerjaan terlebih dulu, baru dihitung total biaya yang dikeluarkan, karena ini keadaan darurat bencana," kata Wamen Wempi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/4).

Sebagai upaya penanganan darurat, Wamen Wempi menyebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menyiapkan jembatan darurat dari kayu sebagai jalur alternatif sementara. Tujuannya, agar arus kendaraan roda dua dan pejalan kaki bisa melintas.

Kepala BPJN NTT Muktar Napitupulu mengatakan, rencana perbaikan permanen Jembatan Benanain dilakukan dengan penggantian pada tiga bentang dan tiga pilar, yakni Bentang 2-3-4 dan Pilar 2-3-4.

"Kita akan ganti dengan penguatan struktur baru, terutama penggantian pilar yang semula berupa pondasi setempat, menjadi pondasi borepile sehingga diharapkan lebih kuat menahan arus sungai ketika terjadi banjir lagi," tutur Muktar.

Untuk perbaikan jembatan tersebut, lanjut dia, kini sudah dikerahkan sebanyak 2 unit excavator, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck kecil dan 4 unit dump truck besar.

Jembatan sepanjang 295 meter ini dibangun sejak 1982 dan pernah direhabilitasi Kementerian PUPR pada 2000 usai terjadi banjir besar.

Rusaknya jembatan tersebut mengakibatkan kendaraan roda empat dari arah Betun menuju Kupang atau sebaliknya, serta dari Malaka Barat dan sekitarnya menuju Betun terhenti di ujung jembatan dan harus melanjutkan dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.

"Bagian yang rusak ini merupakan struktur jembatan lama yang dibangun tahun 1980-an. Itu yang sekarang posisinya miring, sehingga arus kendaraan bertonase besar tidak bisa melintas. Sedangkan untuk bagian yang pernah direhabilitasi tidak mengalami kerusakan," kata Pejabat Bupati Malaka Viktor Manek.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN