Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan perluasan 2000 hektar (ha) di kawasan Food Estate di Kabupaten Gunung Emas tuntas Desember 2020

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan perluasan 2000 hektar (ha) di kawasan Food Estate di Kabupaten Gunung Emas tuntas Desember 2020

PUPR Targetkan Perluasan 2000 Ha di Food Estate Tuntas Desember 2020

Senin, 16 November 2020 | 21:06 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan perluasan 2000 hektar (ha) di kawasan Food Estate Kalimantan Tengah (Kalteng) tepatnya di Kabupaten Gunung Emas tuntas pada Desember 2020.

Di Kabupaten Gunung Emas, pada 2020 sampai 2021 akan dikerjakan seluas 12.000 ha di mana dari 12.000 ha itu, 2000 ha harus tuntas pada Desember 2020 sebagai pilot project. Sedangkan total 60.000 ha ditargetkan untuk tanaman singkong di eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Adapun pengembangan Food Estate di eks PLG Kalteng untuk tanaman pangan padi, luas potensialnya mencapai 165.000 ha.

"Pernah kami laporkan bahwa ini adalah tanah aluvial eks PLG Kalteng bukan di gambut," terang Basuki dalam rapat kerja bersama anggota Komisi V DPR RI, Senin (16/11).

Ia menambahkan dari 165.00 ha, 28.000 ha memilki kondisi irigasi yanh baik terutama di daerah Belanti. Bahkan Presiden Joko Widodo juga belum lama ini berkunjung ke sana untuk penanaman perdana dengan intensifikasi dari Kementarian Pertanian. 

Sedangkan luas sisanya memerlukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi karena memang kondisinya tidak berfungsi. Tahun 2020, PUPR fokus merehabilitasi 2000 ha dan tahun 2021 fokus merehabilitasi 135.000 ha di Bok A, B, C, dan D.  

Peta Dadahup

Dalam rapat di Komisi V tersebut, Basuki juga memperlihatkan peta Dadahup. Dikatakannya, bahwa yang berwarna merah merupakan prioritas di tahun 2020 seluas 2000 ha. Saluran irigasi primer berwarna biru, kuning untuk saluran sekunder, dan yang bagian-bagian kecil adalah saluran tersier. 

Progres untuk Dadahup tahun 2020, rencananya primer pembantu sepanjang 4.946 meter dan sudah dikerjakan 50,31%. Sekunder sepanjang 20,674 meter dan telah dikerjakan 67,97%. Tersier 48,982 meter dan direalisasikan 90,72%. 

Kemudian untuk kuarter, panjangnya mencapai 111.000,470 meter dan sudah dikerjakan 79.000,164 meter atau 71%. Sehingga keseluruhan progresnya mencapai 75,32%. Basuki berharap, Desember nanti dapat selesai.

"Sekarang pertanian sudah mulai masuk untuk olah tanahnya. Sehingga Desember musim tanam, Oktober - Maret bisa dilaksanakan," ucapnya. 

Sementara di kawasan Humbang Hasundutan, Basuki juga melaporkan bahwa Humbang Hasundutan bukanlah suatu hamparan. Namun, kawasan tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang masih berada di dalam Kabupaten Humbang Hasundutan. 

Contoh-contoh pekerjaan di kawasan itu di antaranya perbaikan jaringan irigasi dan reklamasi rawa di daerah irigasi rawa Dadahup. Kemudian kawasan Food Estate di Humbang Hasundutan dengan sprinkle dimanfaatkan untuk menanam tanaman holtikultura. 

"Jadi di Humbang Hasundutan difokuskan untuk tanaman holtikultura seperti bawang merah, bawang putih dan lain-lain," ujarnya. 

Bukan hanya itu,  di kawasan Food Estate Humbang Hasundutan, PUPR juga memperoleh tugas untuk membangun jalan akses terutama menuju kawasan Food Estate. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN