Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Revitalisasi TPA Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok tengah

Revitalisasi TPA Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok tengah

PUPR Targetkan Revitalisasi TPA Sampah Pengengat Rampung Juni

Senin, 25 Januari 2021 | 10:46 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok tengah rampung pada Juni 2021 dengan progres konstruksi saat ini mencapai 61,62%.

“Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kawasan cukup efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar, sehingga pengurangan sampah dapat dimulai dari sumbernya. Dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Senin (25/1).

Basuki mengungkapkan bahwa permasalahan sampah dapat ditangani melalui dua aspek: struktural dan non-struktural. Pendekatan struktural dilaksanakan dengan membangun infrastruktur persampahan. Sedangkan non-struktural dengan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

Revitalisasi TPA Sampah Pengengat dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti kantor pengelola, tempat ibadah, dll.
Revitalisasi TPA Sampah Pengengat dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti kantor pengelola, tempat ibadah, dll.

Dalam hal ini, PUPR merevitalisasi TPA Sampah Pengengat dengan cara mengembangkan sistem sanitary landfill untuk menekan dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara, sehingga hasilnya akan lebih ramah lingkungan. 

Selain itu, revitalisasi Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok tengah juga ditujukan untuk meningkatkan layanan sanitasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)/Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, seluruh pengerjaan revitalisasi TPA Sampah Pengengat dibiayai APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 21,2 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2020-2021 dengan kontraktor pelaksana PT Ardi Tekindo Perkasa.

TPA Sampah Pengengat dibangun pertama kali pada 2014 dan mulai beroperasi pada 2015 dengan pengelolaan di bawah Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. TPA tersebut dibangun di atas lahan seluas 10 hektar dan baru terpakai dua hektar untuk menampung sampah domestik/timbulan sampah sebanyak 400 m3/hari

Progres konstruksi revitalisasi TPA Sampah Pengengat mencapai 61,62%.
Progres konstruksi revitalisasi TPA Sampah Pengengat mencapai 61,62%.

Sementara pada Agustus 2020, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya merevitalisasi TPA Sampah Pengengat dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti perbaikan Instalasi Pengolah Lindi, pembangunan jalan operasi, jembatan timbang, kantor pengelola, pos jaga, tempat cuci truk, hanggar alat berat, mushola, letter sign, pagar keliling sepanjang 750 meter, 2 unit sumur monitor, dan lansekap. Melalui program revitalisasi PUPR berharap dapat meningkatkan kapasitas tampung TPA dari semula 400 m3/hari menjadi 800 m3/hari.

Lebih lanjut, kehadiran TPA Pengengat bakal mendukung pengembangan Kawasan Pariwisata Mandalika (Lombok) sebagai salah satu Destinasti Pariwisata Super Prioritas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Revitalisasi TPA dengan Sistem Sanitary Landfill juga akan meningkatkan kualitas lingkungan, menyelamatkan air permukaan (sungai dan pantai), dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Sebab, dengan menerapkan metode sanitary landfill, sampah dibuang dan ditumpuk di lokasi cekung, dipadatkan kemudian ditimbun dengan tanah sehingga tidak menimbulkan bau busuk sekaligus mencegah berkembangnya bibit penyakit.

Pembangunan area penimbunan sampah atau blok landfill merupakan bagian dari sistem sanitasi perkotaan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan produksi sampah rumah tangga masyarakat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN