Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PPDPP Arif Sabaruddin

Direktur Utama PPDPP Arif Sabaruddin

PUPR Tunjuk 37 Bank Penyalur FLPP Rumah Subsidi

Imam Mudzakir, Kamis, 19 Desember 2019 | 22:37 WIB

JAKARTA, investor.id - Melanjutkan program subsidi dan mempercepat Program Sejuta Rumah (PSR) tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) menunjuk 37 perbankan nasional dan daerah untuk menyalurkan dana subsidi dengan skema Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kerjasama Kementerian PUPR dengan perbankan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) Penyaluran FLPP Tahun Anggaran 2020 Antara Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BLU PPDPP Kementerian PUPR) dengan Bank Pelaksana di Auditorium Kementerian PUPR.

Direktur Utama PPDPP Arif Sabaruddin mengungkapkan, jumlah bank penyalur pada FLPP untuk 2020 lebih sedikit dibanding tahun 2019. Karena ada bank yang tidak bisa melanjutkan penyaluran FLPP maka tahun 2020 nanti hanya ada 37 bank.

“Ada tiga bank yang tidak bisa melanjutkan. Kemudian ada tambahan satu bank yang masuk yakni BNI Syariah. Jadi total tahun ini ada 37 penyalur,” ungkap Arif di sela acara penandatanganan PKO penyaluran FLPP di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).

Menurutnya, ada tiga bank yang tidak melanjutkan merupakan BPD yang dianggap memiliki kinerja kurang maksimal dalam menyalurkan FLPP pada tahun ini. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya kesalahan dari perbankan. Tetapi masalah wilayah kerja.

“Jadi ada daerah-daerah yang tidak potensial untuk program rumah subsidi. Otomatis itu memengaruhi kinerja BPD itu sendiri,” ujarnya.

Acara penandatanganan PKO penyaluran FLPP di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).
Acara penandatanganan PKO penyaluran FLPP di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).

Seperti diketahui bahwa, pada tahun 2019, pemerintah melalui BLU PPDPP mengalokasikan anggaran penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP senilai Rp7,58 triliun untuk 74.068 unit rumah. Tercatat, hingga per 17 Desember 2019 realisasi FLPP telah mencapai 104,6% dengan nilai Rp7,5 triliun yang setara dengan 77.472 unit rumah. Sehingga total penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010 hingga 17 Desember 2019 adalah Rp44,329 triliun untuk 655.239 unit rumah.

Di tahun 2020 nanti pemerintah mengalokasikan anggaran penyaluran dana FLPP sebesar Rp11 triliun terdiri dari Rp9 triliun dari APBN dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah, nilai ini meningkat 38% dari target yang ditetapkan pada tahun 2019.

“Untuk mencapai target tersebut, pada penyaluran FLPP tahun 2020 pemerintah menunjuk 37 Bank Pelaksana konvensional maupun syariah yang terdiri 10 bank Nasional dan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD),” katanya.

Penunjukan bank pelaksana sebagai bank penyalur dana FLPP berdasarkan hasil evaluasi kinerja realisasi penyaluran Dana FLPP sejak triwulan I hingga triwulan IV tahun 2019, dengan unsur penilaian kinerja dalam proses verifikasi, hasil pemantauan lapangan terkait ketepatan sasaran, termasuk dukungan pelaksanaan Host to Host, serta indikator kinerja keuangan.

Selain itu pada tahun 2020 mendatang, pemerintah juga akan lebih berfokus pada penyelenggaraan pembiayaan perumahan yang efisien dan efektif sekaligus memperhatikan kualitas bangunan rumah subsidi melalui pemanfaatan IT secara maksimal dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Perbankan yang menyalurkan FLPP tersebut adalah Bank Tabungan Negara (BTN), BTN Syariah, Bank Rakyat Indonesia (BRI), BRI Syariah, BRI Agro, Bank Negara Indonesia (BNI), BNI Syariah, Bank Mandiri, Bank Artha Graha dan Bank KEB Hana.

Adapun, BPD yang terlibat meliputi Bank BJB, Bank BJB Syariah, Bank Sumut, Bank Sumut Syariah, Bank Jambi, Bank Jambi Syariah, Bank Kalbar, Bank NTB, Bank Sulselbar, Bank Sulselbar Syariah, Bank Sumsel Babel, Bank Sumsel Babel Syariah, Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, Bank Aceh Syariah, Bank Papua, Bank Nagari, Bank Nagari Syariah, Bank NTT, Bank Kalsel, Bank Kalsel Syariah, Bank Riau Kepri, Bank Riau Kepri Syariah, Bank Sulteng, Bank Jateng, Bank Jateng Syariah dan Bank Kaltimtara.

Sementara itu, ketua umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida menyambut positif langkah pemerintah untuk mengandeng perbankan dalam penyaluran dana FLPP ini. meski dana yang diberikan pemerintah masih jauh dari harapan.

“Tentu, kami sambut positif langkah pemerintah untuk menyalurkan dana FLPP ke perbankan ini. artinya pengembang banyak pilihan untuk menyalurkan KPR rumah subsidinya,” kata Totok di tempat yang sama.

Ia juga berharap, kedepan pemerintah ada inovasi lain, agar masyarakat kecil ini bisa menikmati rumah MBR ini. karena masih banyak masyarakat dan pekerja yang belum mendapatkan fasilitas subsidi dari pemerintah untuk rumah murah ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA