Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi hingga Lini IV atau di level kios sebesar 1,27 juta ton untuk kebutuhan menjelang musim tanam gadu. (Dok Pupuk Indonesia)

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi hingga Lini IV atau di level kios sebesar 1,27 juta ton untuk kebutuhan menjelang musim tanam gadu. (Dok Pupuk Indonesia)

Pupuk Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 32 Triliun

Rabu, 22 Juli 2020 | 12:14 WIB

Jakarta, investor.id-PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kinerja konsolidasi positif sepanjang Januari-Mei 2020 meski dibayangi pandemi Covid-19, mulai dari bertumbuhnya kinerja pendapatan, produksi, hingga penjualan. Sepanjang Januari-Mei 2020, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 32,62 triliun atau setara 43,20% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 yang sebesar Rp 75,50 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, capaian pendapatan tersebut meningkat dibandingkan capaian pendapatan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 30 triliun. “Kami pun mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan tumbuh 11,70% menjadi Rp 1,60 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,43 triliun. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang berulang kali menyampaikan bahwa BUMN mempunyai peranan vital di masa pandemi, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan publik," katanya.

Pupuk Indonesia melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pusri Palembang, Pupuk Kujang dan Pupuk Iskandar Muda, tetap fokus menjalankan tugas Public Service Obligation (PSO) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi bagi petani guna menjaga produksi pangan nasional. Hingga saat ini, total distribusi pupuk bersubsidi kepada petani penerima subsidi yang berdasarkan data sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) telah mencapai sebesar 4.762.673 ton atau setara 59,90% dari target RKAP dan pupuk non-PSO sebesar 2.388.367 ton atau setara 52,20% dari target.

Aas menambahkan, sepanjang periode Januari-Mei 2020, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pupuk komersial. Penjualan komersial melonjak 47,45% dari 1,37 juta ton menjadi 2,01 juta ton dibandingkan kurun waktu yang sama di 2019. Secara pendapatan, penjualan pupuk komersil meningkat 38,35% menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 5,45 triliun. Kemudian pendapatan jasa juga meningkat 34,53% menjadi Rp 4,13 triliun dari Rp 3,07 triliun.

Dari segi produksi, volume produksi produk pupuk perseroan sepanjang tahun ini tercatat telah mencapai 6.210.818 ton. Angka ini terdiri dari 4.041.093 ton Urea, 1.484.481 ton NPK, 264.864 ton SP-36, 415.820 ton ZA, dan 4.560 ton ZK. Total produksi tersebut setara 52% dari target RKAP tahun ini yang sebesar 11.949.500 ton. Angka produksi ini tercatat tumbuh 6,92% dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 5.809.063 ton. "Pertumbuhan tersebut didukung oleh para produsen pupuk yang dapat menjaga kehandalan pabrik meski di tengah pandemi. Sehingga dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi, dan produksi setiap tahunnya dapat terus meningkat," kata Aas.

Selain produk pupuk, perseroan juga membukukan pertumbuhan pada produksi produk non pupuk sebesar 8,85%. Ada pun volume produksi produk nonpupuk tercatat sebesar 3.584.117 ton, sementara periode sama tahun lalu volume produksi non pupuk mencapai 3.292.792 ton. Menurut Aas, capaian positif di tengah pandemi ini berhasil diraih lantaran efektivitas dari respon dan strategi perusahaan dalam menghadapi pandemi.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN