Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Jawa Timur. Foto:Istimewa

Stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Jawa Timur. Foto:Istimewa

Pupuk Kaltim Alokasikan Pupuk Urea Subsidi 186.919 Ton di Jatim

Rabu, 15 Januari 2020 | 22:50 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengalokasikan pupuk Urea bersubsidi sebanyak 186.919 ton untuk memenuhi kebutuhan selama musim tanam pertama tahun ini di 11 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

GM Pemasaran PSO Pupuk Kaltim M. Yusri mengatakan, saat ini Pupuk Kaltim sudah menyiapkan stok pupuk Urea yang berada di 35.724 gudang lini 2 dan 37.337 gudang lini 3 sebanyak 73.062 ton.

“Stok sebanyak ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 3 bulan ked epan,” katanya di Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Yusri menjelaskan, Pupuk Kaltim sudah mulai menyalurkan pupuk Urea bersubsidi di sejumlah daerah yang menjadi tanggungjawabnya sejak terbitnya Permentan No. 1 tahun 2020. Sesuai Permentan tersebut, alokasi pupuk Urea bersubsidi di Jatim sebanyak 553.546 ton.

Stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Jawa Timur. Foto:Istimewa
Stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Jawa Timur. Foto:Istimewa

Sedangkan Pupuk Kaltim mendapat tugas menyalurkannya sebanyak 186.919 ton untuk 11 kabupaten dan kota, yang terdiri dari 8 kabupaten seperti Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo dan Situbondo dan 3 kota seperti Kota Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kota Surabaya.

“Hingga saat ini Pupuk Kaltim telah menyalurkan pupuk bersubsidi di Jatim sebanyak 10.260 ton Urea,” jelasnya.

Meski menyiapkan stok yang cukup di lapangan untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Jatim, Yusri menegaskan bahwa, Pupuk Kaltim tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi landasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Sesuai Permentan No 1 tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus mengacu pada E-RDKK (Elelektronik Rencana Defintif Kebutuhan Kelompok) yang merupakan pengembangan sistem RDKK manual sebelumnya.

Sementara, hingga saat ini E-RDKK tahun 2020 yang menjadi acuan dalam penyaluran pupuk Urea bersubsidi itu hingga saat ini belum tersedia di kios pengecer, karena masih dalam proses penyusunan.

Dengan demikian, kata Yusri, bila ada petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, maka hal itu bukan karena ketidaktersediaan stok, melainkan ada perubahan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi seperti yang diatur dalam Permentan tahun 2020.

“Penyaluran pupuk bersubsidi tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, tidak hanya E-RDKK tapi juga SK Alokasi di setiap kabupaten dan kota,” tandasnya.

Stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Jawa Timur. Foto:Istimewa
Stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Jawa Timur. Foto:Istimewa

Yusri menyadari bahwa perubahan RDKK secara manual ke E-RDKK membutuhkan sosialisasi kepada petani. Sosialisasi juga diperlukan atas jumlah alokasi pupuk bersubsi yang mengalami penurunan dari 3.825.000 ton di tahun 2019 menjadi 3.274.303 ton di tahun 2020.

Khusus Jatim, alokasinya turun dari 1.066.044 ton di tahun 2019 menjadi 553.546 ton di 2020. Sedangkan alokasi untuk 11 kabupaten dan kota di Jatim yang menjadi tanggungjawab Pupuk Kaltim mengalami penurun lebih dari 200 persen, yakni dari 437.000 ton di tahun 2019 menjadi 186.919 ton di tahun 2020. 

Terhadap penurunan alokasi itu, sambung Yusri, petani tidak perlu khawatir dengan kebutuhan pupuknya, karena Pupuk Kaltim juga menyiapkan pupuk non subsidi di kios-kios. “Pupuk non subsidi ini sebagai solusi bagi petani yang belum masuk ke dalam E-RDKK, sekaligus juga sebagai antisipasi turunnya alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2020,” ungkapnya.

Yusri menambahkan, Pupuk Kaltim secara ketat terus melakukan pengamanan distribusi pupuk bersubsidi melalui koordinasi dengan distributor, pengecer, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), pemerintah daerah setempat, serta membentuk tim posko pengamanan musim tanam yang siaga selama 1x24 jam.

“Kami akan menindak tegas distributor atau penyalur pupuk bersubsidi yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan. Sebab pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang keberadaannya sangat penting dan dibutuhkan oleh petani, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Yusri.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN