Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Raden Pardede, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam diskusi Zooming with Primus - Peluang Investasi 2022, live di Beritasatu TV, Kamis (13/1/2022). Sumber: BSTV

Raden Pardede, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam diskusi Zooming with Primus - Peluang Investasi 2022, live di Beritasatu TV, Kamis (13/1/2022). Sumber: BSTV

Raden Pardede: Negara Maju 'Berdamai' dengan Covid-19, Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:41 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan perekonomian secara umum pada tahun 2022 ini akan lebih baik dari tahun lalu. Hal itu dikarenakan varian omicron yang efeknya tak separah yang diperkirakan.

Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Raden Pardede menjelaskan, perekonomian global sekarang ini secara umum terjadi pemulihan yang cukup baik. Bahkan, negara-negara maju bisa bertumbuh lebih cepat dari perkiraan. Selain itu, varian omicron yang sebelumnya menjadi pusat kekhawatiran, tampaknya tak separah yang diduga.

Baca juga: Pasien Omicron Lebih Cepat Sembuh Dibanding Varian Lain

“Ekonomi di tahun 2022 ini cukup baik. Adapun varian omicron itu ternyata tidak seganas yang diperkirakan semula. Negara-negara seperti Amerika Serikat maupun UK contohnya mereka mengambil tindakan yang sangat-sangat longgar,” kata Raden dalam diskusi Zooming with Primus (ZwP) bertajuk ‘Peluang Investasi 2022’ yang ditayangkan Beritasatu TV secara langsung, Kamis (13/1).

Raden menambahkan, negara-negara maju itu cenderung tidak melakukan pembatasan kegiatan ekonomi, ataupun perjalanan, dan kegiatan sekolah, meskipun ada varian omicron.

“Jadi kelihatannya beberapa negara besar di dunia ini sudah melihat bahwa kita harus berdamai dengan Covid-19. Artinya kita hidup bersama Covid-19. Dengan cara itu, maka berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya terutama di tahun 2020 maupun 2021 yang cenderung melakukan lockdown,” ucap Raden Pardede.

Baca juga: AS akan Menuju Pertumbuhan Ekonomi Terbaik

Namun, lanjut dia, apa yang diterapkan beberapa negara maju itu cenderung berbeda dengan kebijakan pada sejumlah negara di Asia, seperti Jepang. Karena itu, dia khawatir apabila pemulihan ekonomi beberapa negara asia akan tertinggal dari negara-negara di Amerika dan Eropa.

“Saya khawatir kalau negara Asia tidak mengambil posisi untuk berdamai dengan Covid-19 atau artinya mereka melihat bahwa transisi antara pandemi ke endemi itu, di negara maju di negara seperti Amerika dan Eropa kelihatannya akan lebih cepat. Dan, jika negara-negara di Asia tidak mengambil posisi seperti itu saya khawatir nanti negara-negara di Asia bisa tertinggal,” papar Raden.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN