Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rajawali Nusindo Pematang Siantar (Sumber: RNI)

Rajawali Nusindo Pematang Siantar (Sumber: RNI)

Rajawali Nusindo Targetkan Omzet Rp 4,6 Triliun

Ridho Syukra dan Tri Listiyarini, Kamis, 12 September 2019 | 11:56 WIB

JAKARTA, investor.id-PT Rajawali Nusindo menargetkan omzet sebesar Rp 4,60 triliun, atau meningkat 35,29% dari realisasi 2018 yang hanya Rp 3,40 triliun. Salah satu upaya untuk mengejar omzet tersebut adalah dengan membuka cabang baru, di antaranya di Jalan Raya Medan No 88 AR-AS, Komplek Ruko SMBC Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut). Rajawali Nusindo adalah anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI Persero) yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi farmasi.

Guna memperluas jaringan perdagangan dan distribusi, Rajawali Nusindo membuka cabang baru yang berlokasi di Kota Pematang Siantar. Direktur Utama Rajawali Nusindo Sutiyono mengatakan, alasan kuat bagi Rajawali Nusindo untuk menambah cabang di Sumut adalah langkah strategis dalam rangka pengembangan jaringan bisnis dengan pendekatan distribusi ke pelanggan demi peningkatan service level dan penambahan distribusi vertikal dan horisontal yang saat ini belum maksimal di wilayah Sumatera Utara yang cukup luas.

Hal itu juga sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk menjadi perusahaan distribusi dan trading yang unggul dan terpercaya sekaligus penetrasi terhadap pesaing. “Inisiatif pembukaan cabang ini akan memperkuat pertumbuhan perusahaan ke depan. Pada 2018, kami memperoleh omzet Rp 3,40 triliun, tahun ini target meningkat menjadi Rp 4,60 triliun. Hal ini menunjukan Rajawali Nusindo berkembang sedemikian agresif dan bisa dipercaya,” ujar dia dalam keterangannya, kemarin.

Salah satu layanan yang diharapkan oleh pelanggan dari perusahaan distribusi adalah kecepatan pelayanan atau service level dan kompetitifnya harga jual yang dinikmati pelanggan. Coverage area cabang Medan sebagai cabang utama saat ini terdiri dari 37 kabupaten/kota, baik di wilayah Sumut dan sebagian berada di Aceh. Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pendapatan bruto di kedua provinsi tersebut, target omzet dari tahun ke tahun yang harus dicapai oleh cabang Medan terus bertambah. Namun mempertimbangkan dari beberapa poin di antaranya service level, kedekatan pelanggan dengan distributor, tingkat efisiensi dan meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan regional di wilayah Sumut maka sudah selayaknya area cabang Medan perlu dipecah dan didirikan cabang baru lagi.

Pembukaan cabang Pematang Siantar ini sebagai pengembangan dari cabang Medan yang mana pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumut antara 5,12-5,14% masih terjaga dengan baik. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik Sumut, jumlah penduduk di seluruh area Sumut berkisar 14,50 juta dengan level pendapatan menengah, menengah atas, makmur dan elit yang terus meningkat cukup tajam. Dengan jumlah penduduk yang ada serta jumlah segmen pasar yang sesuai dengan bisnis inti Rajawali Nusindo dapat diketaui sebagai dasar potensi yang berada di Sumut terdapat sebanyak 227 rumah sakit berbagai tipe, apotek sejumlah 225, toko obat sejumlah 129, toko alkes 3 PBF, ditambah segmen ritel untuk produk konsumer dan sektor agroindustri menjadikan peluang untuk menguasai potensi pasar di berbagai segmen semakin besar dengan didirikannya cabang baru di Pematang Siantar.

Dengan dibukanya cabang Pematang Siantar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan konsolidasi Rajawali Nusindo. Pada 2019, cabang Pematang Siantar menargetkan penjualan Rp 12,80 miliar dan pada 2020 diharapkan mencapai angka penjualan Rp 31 miliar. Sutiyono berharap kerja sama yang telah dijalan dengan baik dengan seluruh pelanggan terus ditingkatkan dan tetap dijalin dengan sebaik mungkin. “Hubungan baik harus dijaga, melalui komunikasi yang baik, dan dengan penyelesaian komplain pelanggan yang cepat, baik di Dinkes, RS, apotek, toko obat, grosir maupun pasar tradional,” jelas dia. Kantor pusat akan senantiasa mendukung tambahan produk berkualitas agar kepuasan pelanggan terus meningkat.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN