Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perempuan Indonesia harus membuktikan diri layak jadi pemimpin, Sumber: Istimewa

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perempuan Indonesia harus membuktikan diri layak jadi pemimpin, Sumber: Istimewa

RAPBN 2023 Tetap Dirancang Fleksibel untuk Redam Guncangan Global

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:58 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 akan didesain mampu menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak perekonomian dan ketidakpastian global yang terjadi atau sebagai shock absorber (peredam kejut). Di sisi lain, Presiden Joko Widodo meminta agar APBN dijaga supaya tetap kredibel dan sehat.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangannya selepas mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/8/2022).

"APBN 2023 harus didesain untuk bisa mampu tetap menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak yang terjadi. Ini kita sering menyebutnya sebagai shock absorber. Namun, di sisi lain Bapak Presiden juga meminta agar APBN dijaga supaya tetap kredibel dan sustainable atau sehat. Sehingga, ini adalah kombinasi yang harus dijaga," kata Sri Mulyani.

Ia menjelaskan, pada 2022 dunia diproyeksikan akan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi, sementara inflasinya meningkat tinggi. Oleh karena itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi ekonomi global dari 3,6% menjadi 3,2% untuk tahun ini dan dari 3,6% menjadi 2,9% untuk tahun 2023.

"Ini artinya bahwa lingkungan global kita akan menjadi melemah, sementara tekanan inflasi justru meningkat. Menurut IMF tahun ini inflasi akan naik ke 6,6% dari sisi di negara maju, sementara inflasi di negara-negara berkembang akan pada level 9,5%. Ini juga naik sekitar 0,8 (persen)," ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyebutkan, dengan adanya kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara maju, akan terjadi reaksi dari sisi kebijakan moneter dan likuiditas yang diperketat sehingga memacu apa yang disebut capital outflow dan volatilitas di sektor keuangan.

Untuk itu, Sri Mulyani bersama-sama dengan Gubernur Bank Indonesia terus meramu kebijakan fiskal dan moneter yang fleksibel, namun pada saat yang sama juga efektif dan kredibel.

Menurut Sri, perekonomian Indonesia sendiri pada 2022 tumbuh sangat baik yang antara lain terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2022 yang mencapai 5,44%. Angka tersebut berada di atas perkiraan optimistis pemerintah yang mematok pertumbuhan ekonomi 5,2%.

Untuk itu, Sri Mulyani pun mendorong agar pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus dijaga, terutama berkaitan dengan faktor-faktor di sisi domestik karena situasi global penuh ketidakpastian. Seperti diketahui, faktor dalam negerinya adalah konsumsi dan investasi serta belanja pemerintah.

"Bapak Presiden minta untuk tahun 2022 ini seluruh kementerian/lembaga fokus merealisasi belanja pemerintah dan terutama dipakai untuk membeli produk-produk yang memiliki kandungan lokal tinggi, dalam hal ini produk dalam negeri Bangga Buatan Indonesia,” terang Sri Mulyani.

Ini semuanya akan bisa mendukung pemulihan ekonomi yang makin kuat di kuartal III dan kuartal IV pada saat lingkungan global sedang mengalami kecenderungan gejolak," lanjut dia lagi.

IKN

Dari sisi belanja negara, Sri mengungkapkan, pihaknya akan tetap mendukung berbagai program prioritas nasional, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama, kemudian pembangunan infrastruktur termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) di dalamnya, serta penyelenggaraan Pemilu.

"Kita akan menggunakan instrumen belanja pusat dan daerah untuk bisa mendukung berbagai program-program prioritas nasional dan juga dari sisi pembiayaan seperti akumulasi dari Dana Abadi Pendidikan yang akan terus dikelola sebagai juga warisan untuk generasi yang akan datang, maupun sebagai mekanisme untuk shock absorber," papar Sri Mulyani.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com