Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hanung Harimba Rachman, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM.

Hanung Harimba Rachman, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM.

Rasio Berkoperasi RI Baru Separuh Rasio Dunia

Senin, 18 Januari 2021 | 10:13 WIB
Nasori dan Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mengungkapkan, rasio berkoperasi Indonesia saat ini tercatat baru 8,41% atau hanya sekitar separuh dibanding rata-rata rasio berkoperasi dunia yang mencapai sekitar 16,3%. Dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 260 juta orang, yang menjadi anggota koperasi hanya sekitar 20 juta orang.

“Saat ini jumlah koperasi aktif (di Indonesia) mencapai 123.048 unit dengan total anggota mencapai 20 juta orang. Dengan kata lain, persentase Indonesia berkoperasi saat ini baru mencapai 8,41%, masih lebih rendah dibanding rata-rata dunia yang sekitar 16,3%,” ujar Hanung saat memberikan sambutan pada webinar “Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional”, Senin (18/1).

Acara ini merupakan kerja sama Majalah Investor dengan Kementerian BUMN RI dan Kementerian Koperasi dan UKM RI, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BRI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Wika, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN, PT Telkom (Persero) Tbk, PT Askrindo (Persero), PT Jamkrindo (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sedangkan jumlah UMKM di Indonesia, lanjut dia, mencapai 64,1 juta atau mencapai 99% dari total pelaku usaha yang ada. “UMKM Indonesia mampu menyerap 116 juta pekerja dengan nilai kontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto) mencapai 58%,” ujar Hanung yang mewakili Menteri Koperasi dan UMKM yang berhalangan karena harus mendampingi Presiden Joko Widodo.

Menurut Hanung, Indonesia berdasarkan konstitusinya dikenal sebagai negara yang menerapkan sistem ekonomi khas yaitu ekonomi kerakyatan. “Konstitusi negara kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 33 Ayat 1 telah mengamanatkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” ucap dia.

Sedangkan menurut konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) 169 Tahun 1989, lanjut Hanung, ekonomi kerakyatan adalah ekonomi tradisional yang berbasis kehidupan masyarakat lokal dalam mempertahankan kehidupannya. “Di Indonesia kekuatan ekonomi rakyat berada pada koperasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN