Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu, 25 Agustus 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu, 25 Agustus 2021.

Realisasi Anggaran Kemenkeu Capai Rp 43,6 Triliun

Kamis, 2 September 2021 | 16:42 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan hingga 27 Agustus 2021 realisasi anggaran Kementerian  dan Badan Layanan Umum (BLU) terkait Kemenkeu  telah mencapai Rp 43,6 triliun atau 76,17% dari pagu Rp 57,3 triliun. Bila dirinci untuk realisasi anggaran Kemenkeu telah mencapai Rp 19,9 triliun sedang total realisasi 7 BLU  Kemenkeu mencapai Rp 23,7 triliun.

“Untuk Kemenkeu saja non BLU, realisasinya sampai dengan 27 Agustus 2021  sebesar Rp 19,9 triliun atau 63,65% dari pagu,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Kamis (2/9/2021).

Realisasi belanja pegawai mencapai  Rp 15,3 triliun atau 75,10% dari pagu Rp 20,4 triliun. Jika dibandingkan  dengan posisi tahun 2020 maka terjadi pertumbuhan 6,51%. Realisasi belanja barang mencapai Rp 3,83 triliun atau 48,19% dari pagu  Rp 7,96 triliun. Pertumbuhan realisasi belanja barang sebesar 2,6% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan realisasi belanja modal baru mencapai Rp 705,3 miliar atau baru 24,67% dari pagu  Rp 2,8 triliun. Belanja modal mengalami kontraksi 46,05% jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2020.

“Untuk (program) yang ada implikasinya, kami mohon untuk diluncurkan karena ini menyangkut investasi belanja modal. Terutama untuk IT System, karena ini menyangkut investasi belanja modal,” ucap Sri Mulyani.

Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, pada tahun 2021 ini Kemenkeu melakukan penghematan. Penghematan tahap I sebesar sebesar Rp 876,99 miliar pada 12 Januari 2021. Penghematan tahap II sebesar Rp 2,02 triliun pada 18 Mei 2021. Penghematan tahap III dan IV masing masing sebesar Rp 251,3 miliar dan Rp 353,02 miliar.

Sri Mulyani mengatakan pada tahun 2021 ini Kemenkeu menerapkan redesain sistem perencanaan dan penganggaran. Program kerja dibuat tidak berdasarkan unit eselon I namun dibagi dalam lima kelompok yaitu  kebijakan fiskal; pengelolaan penerimaan negara; pengelolaan belanja negara; pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko; serta dukungan manajemen. Langkah ini dilakukan dengan agar Kemenkeu bisa bekerja secara adaptif dan fleksibel. Kemenkeu juga melakukan penganggaran berbasis kinerja.

Lima  program tersebut  mencerminkan fungsi utama Kemenkeu. Alokasi anggaran mencerminkan sinergi antar unit organisasi dalam pencapaian outcome. Output lebih terukur dan berpengaruh terhadap outcome. Selain itu  ada integrasi rencana kerja anggaran dengan indikator kinerja utama.

“Kalau sebelumnya itu tidak ada korelasi kuat antara target kinerja dengan alokasi anggarannya sekarang target kinerja dan anggaran sudah terhubung dan silo-silo sekarang dihilangkan menjadi lebih kolaboratif,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN