Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkop dan UKM Teten Masduki

Menkop dan UKM Teten Masduki

Realisasi Banpres Produktif UMKM Capai Rp 23,4 Triliun

Rabu, 25 November 2020 | 12:23 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan realisasi Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah mencapai Rp 23,4 triliun atau 81,19% dari pagu anggaran sebesar Rp 28 triliun. 

Dana tersebut sudah disalurkan  kepada 9,7 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun 2020 pemerintah masih membuka kesempatan kepada 3 juta pelaku usaha untuk mendapatkan banpres produktif usaha mikro.

Banpres produktif diberikan sebesar Rp2,4 juta untuk pelaku usaha mikro yang memenuhi syarat. Program itu diluncurkan oleh pemerintah agar bagi para pelaku usaha mikro tetap bertahan menjalankan usahanya di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

“Bagi UMKM yang sudah bankable dapat mengakses kredit perbankan, maupun lembaga pembiayaan lainnya,” ucap Teten dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu (25/11).

Berdasarkan hasil rapid survey Asian Development Bank (ADB) menunjukkan kebijakan yang paling dibutuhkan usaha mikro di masa pandemi Covid-19 ini adalah pinjaman tanpa bunga dan agunan yaitu sebanyak 91,8% usaha mikro, serta 89,5% UMKM membutuhkan bantuan hibah.

“Bagi pelaku usaha mikro seperti petani, nelayan, atau petambak yang belum mengakses pembiayaan perbankan dapat mengakses,” ucap Teten.

Sedangkan bagi pelaku usaha yang sudah ber-Koperasi diminta dapat mengakses perkuatan modal kerja Koperasi melalui LPDB-KUMKM. Pemerintah menggulirkan program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui LPDB-KUMKM dengan alokasi anggaran sebesar Rp1 triliun.

“Kami telah menyalurkan 100% dengan 63 Koperasi penerima (101.011 UMKM). Saat ini LPDB-KUMKM mendapatkan penambahan anggaran sebesar Rp292 miliar diperuntukan bagi Koperasi untuk menyerap produk petani/nelayan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di kuartal 3  minus 3,49 %. Meski angka ini menunjukkan terjadinya pertumbuhan positif sejak kuartal 2 yang mengalami kontraksi sebesar 5,32%.  Sedangkan jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,07%.

Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan rasio kewirausahaan. Langkah ini bisa dilakukan melalui jalur perguruan tinggi yakni dengan memasukkan kewirausahaan ke dalam semua kurikulum bidang studi, mendirikan inkubator wirausaha, dan mengadakan event kewirausahaan bagi mahasiswa.

“UMKM dan kewirausahaan menjadi sangat vital posisinya dalam upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja. Namun demikian, kita juga dihadapkan dengan Rasio Kewirausahaan rendah berkisar 3,47%,” ujar Teten.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN