Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/aww)

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/aww)

Realisasi Belanja Produk Lokal Rp 400 T, Jokowi: Sudah Lebih dari Target

Senin, 29 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan realisasi belanja produk dalam negeri atau lokal dari anggaran belanja daerah dan pusat sudah mencapai Rp 400 triliun dari total Rp 800 triliun. Realisasi anggaran tersebut sudah melebihi dari target.

“Kemarin sudah komitmen lebih dari Rp 800 triliun dan realisasi sudah lebih dari Rp 400 triliun. Angka tersebut sudah melebihi target,” kata Jokowi dalam acara peluncuran KKP Domestik dan QR Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara di Gedung BI, Jakarta, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Tak Beli Produk Dalam Negeri, Insentif Daerah akan Dipangkas

Kendati demikian, Jokowi menginginkan realisasi anggaran belanja produk dalam negeri dapat mencapai Rp 800 triliun. Dengan demikian pergerakan ekonomi di bawah, terutama UMKM dapat terlihat dengan jelas.

“Teapi kalau bisa masuk ke Rp 800 triliun itu dan betul-betul produknya itu produk dalam negeri. Apalagi produk lokal, apalagi produk UMKM, pergerakan ekonomi di bawah ini akan kelihatan,” ujar Jokowi.

Ia ingin komitmen penggunaan produk-produk dalam negeri betul-betul ditaati oleh semua kementerian/lembaga, BUMN, BUMD dan pemerintah daerah. Sehingga semua anggaran belanja dalam APBN maupun APBN ditujukan pada pembelian produk dalam negeri.

“Karena kita sudah membangun juga agar penggunaan produk-produk dalam negeri ini betul-betul kita taati bersama, sehingga belanja belanja pemerintah, BUMN, pemerintah daerah semuanya menuju pada pembelian produk-produk dalam negeri,” terang Jokowi.

Ia tidak ingin, pendapatan pemerintah yang dikumpulkan dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) digunakan untuk belanja produk impor.

“Jangan sampai, saya sudah pesan betul, saya pesan betul, sangat lucu sekali, sangat bodoh sekali kalau uangnya yang dikumpulkan oleh pemerintah, baik dari pajak maupun PNBP masuk menjadi APBN, masuk menjadi APBD kemudian belanjanya produk-produk impor,” ungkap Jokowi.

Baca juga: Gobel: DPR Dukung APBN untuk Produk Dalam Negeri

Karena itu, ia meminta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP) untuk terus mengawal belanja produk dalam negeri melalui e-katalog.

“Ini yang terus kepala LKPP saya sampaikan berkali-kali agar sistem yang mengawal ini betul-betul segera bisa selesai dan daerah semuanya dengan semangat yang sama, membeli produk-produk dalam negeri,” tegasnya.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com