Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto

Realisasi Investasi di 19 KEK Capai Rp 32,76 Triliun

Senin, 13 September 2021 | 21:51 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Realisasi  investasi di 19  Kawasan Ekonomi  Khusus (KEK) telah mencapai  Rp 32,76 triliun  dari komitmen investasi sebesar Rp 92,3 triliun. Komitmen ini berdasarkan dari data pengusaha yang sudah mendaftar izin berusaha, pengusaha yang sudah memiliki perjanjian kerja sama dengan badan usaha/developer untuk menjadi tenant yang mengisi kawasan.

“Investasi pembangunan kawasan tersebut secara  akumulatif meningkatkan kinerja investasi 19 KEK tersebut  di tahun 2021 di bulan Juli telah mencapai  Rp 92.3 triliun dan realisasinya adalah 32,76 triliun,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto dalam seminar daring pada Senin (13/9).

Airlangga mengatakan hingga Juli 2021  telah terdapat 166 pengusaha yang telah menanamkan modal di KEK dan menciptakan lapangan kerja untuk 26.741 orang secara langsung. Selama  Januari sampai Juli 2021, ekspor dari KEK telah mencapai nilai Rp 3,66 triliun.

Catatan Dewan Nasional KEK menunjukkan hingga Agustus 2021 sebanyak 129 badan usaha telah mendaftarkan profil mereka ke dalam sistem aplikasi khusus di KEK untuk mendapatkan fasilitas khusus setelah beroperasi di sana. Fasilitas tersebut antara lain pembebasan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pembelian atas Barang Mewah (PPnBM), bea masuk, pajak impor, dan cukai.

“Sampai Agustus 2021, terdapat 11 dokumen pengajuan master list dengan nilai Rp740 miliar dan terdapat 65 dokumen pengajuan pemberitahuan jasa KEK dengan nilai transaksi Rp1,21 triliun,” kata Mantan Menteri Perindustrian ini.

Menurut Airlangga berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah tidak menjadi satu-satunya pendorong daya saing KEK.  Pembangunan KEK dilakukan dengan berbagai strategi yaitu mendorong produk berorientasi ekspor yang memiliki supply chain global, misalnya  industri fesyen, furniture, otomotif, baja,  elektronik dan tekstil. KEK juga harus bersaing dengan rantai pasok dari berbagai KEK di negara lain

“Tentunya kita harus melakukan otomatisasi  dengan  mengembangkan industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor industri. Pengembangan  industri hilir lainnya berbasis kepada nilai tambah dan ini tidak hanya sektor petambangan tetapi juga sektor pertanian dan sektor-sektor lain,” ucap  Airlangga.

Pemerintah terus mendorong agar industri yang memiliki potensi ekonomi tinggi seperti informasi teknologi keuangan, pendidikan, dan kesehatan melalui  KEK. Airlangga mengatakan  KEK dibangun agar neraca perdagangan bisa terus positif. Sehingga industri berorientasi ekspor atau substitusi  impor di sektor-sektor yang sangat bergantung impor, seperti  kimia farmasi, mesin, dan  elektronika dapat didorong.

“Dengan pembangunan KEK tentu kita berharap ada sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, badan usaha pembangunan, dan pengelolanya diharapkan bisa  beroperasi secara profesional,” kata Airlangga.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada beberapa hal yang KEK harus dijadikan instrumen garda terdepan dalam menarik investor sehingga dapat menambah realisasi investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal  Asing (PMA) . Sebab dalam KEK pemerintah sudah memberikan sejumlah kemudahan seperti  insentif fiskal, infrastruktur, kemudahan perizinan hin kemudahan lainnya.

“Saya yakin KEK akan lebih paten bisa memberikan kontribusi terbainya dalam mendorong dan menterjemahkan transformasi ekonomi lewat hilirisasi,” ucap Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Bahlil mengatakan pemerintah harus membangun infrastruktur umum yang memadai dalam KEK. Dalam konteks infrastruktur umum misalnya di Batam, Jawa Tengah. Di daerah tersebut fasilitas umum dibangun negara dan fasilitas pendukung yg teknis itu dibangun oleh investor

“Apa yang terjadi? 450 ha di batang  tahap pertama selesai. dan 1.000 tahap kedua sudah kami bangun lagi,” ucap Bahlil.

Pemerintah harus membuat satu kebijakan yang fokus dalam  perencanaan pembangunan KEK. Bahlil menuturkan di KEK Sumatera Utara, pengelola kawasan masih mengambil listrik dari PLN lalu dijual lagi ke tenant dengan harga mahal. Hal ini turut menghambat perkembangan pengusaha yang ada di KEK.

“Dalam  pandangan kami, KEK harus menjadi 1 instrumen penting untuk memikat memudahkan investor,” pungkas Bahlil.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN