Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan special remaks pada acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 hari ke-3 pada Kamis (15/7).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan special remaks pada acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 hari ke-3 pada Kamis (15/7).

Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Naik 16,2%

Selasa, 27 Juli 2021 | 12:33 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, realisasi investasi periode kuartal II-2021 mencapai Rp 223 triliun atau meningkat 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 191,9 triliun. Realisasi investasi kuartal II tersebut meningkat 1,5% dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar Rp 219,7 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, peningkatan realisasi investasi secara tahunan dan kuartalan dikarenakan investor sudah mulai dapat menyesuaikan kondisi untuk tetap menanamkan modal di dalam negeri meski di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan berbagai negara saat ini sudah berlangsung selama hampir dua tahun.

“Saya harus menyampaikan, investor dari dalam negeri maupun luar negeri mulai terbiasa dengan keadaan Covid-19. Dan, biasanya pengusaha itu jika kondisi baru, bingung dan lagi cari solusi untuk menyelesaikan. Tapi, begitu sudah berjalan, mulai ada penyesuaian,” tutur Bahlil dalam konferensi pers pada Selasa (27/7).

Ia mengatakan, realisasi investasi kuartal II2-2021 dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 311.922 orang atau naik 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahlil memastikan, hasil realisasi investasi di kuartal II dapat dipertanggungjawabkan dan diperdebatkan, sebab realisasi ini merupakan laporan kinerja perusahaan yang melaporkan kepada Kementerian Investasi.

“Ini laporan kinerja perusahaan yang disampaikan langsung ke kami, proyek di mana, apa jenis proyeknya, investasi, dan lokasi di mana, perushaan di mana. Semua data dapat dipertanggungjawabkan,” tegas dia.

Secara rinci, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di kuartal II-2021 tercatat Rp 106,2 triliun atau naik 12,7% (yoy), namun secara qtq justru tercatat minus 1,6%. “Memang PMDN turun 1,6% tetapi saya pikir angka masih dalam batas toleransi,” ucap dia.

Sedangkan penanaman modal asing (PMA) senilai Rp 116,8 triliun atau naik 19,6% (yoy) dan dibandingkan kuartal sebelumnya juga naik 4,5%. “Porsi PMA 52,4%, setara dengan Rp 116,8 triliun, kenaikan foreign direct investment (FDI) indikasikan dunia mulai merasakan bagaimana pola perubahan regulasi dan manfaat perubahan ini,” tutur dia.

 

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN